BERITABUANA.CO, JAKARTA – Perum Damri sedikitnya menyediakan 300 orang  untuk Mudik Gratis Angkutan Lebaran 1440 ke berbagai jurusan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan.

Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N. Milatia Moemin jelang acara buka puasa dibilangan Matraman Jakarta, Kamis (23/5/2019) mengemukakan, menggunakan 7 unit armada mudik gratis dengan rute Bandung – Kuningan, Jakarta – Kuningan, Jakarta – Cilacap, Jakarta – Purwokerto, Sukabumi – Purwokerto, Pontianak – Miangas Pinoh, dan Pontianak – Sintang.

“DAMRI sebagai penyedia layanan transportasi mudik bersama BUMN dan bersinergi dengan 40 BUMN menggunakan 843 armada dengan target 42.552 penumpang, 525 unit armada, diantaranya dipergunakan oleh PT Jasa Raharja dalam program mudik gratis setiap tahunnya,” ungkap Setia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Terkait pertumbuhan kinerja hasil usaha tahun 2019, tutur Setia, bisa menembus angka 150 persen dibandingkan tahun 2018. “Kunci dari pertumbuhan kinerja tersebut yaitu digitalisasi layanan dan perbaikan didalam struktur kerja perusahaan,” ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya pada 2018 atau awal dari proses digitalisasi layanan dan manajemen dilakukan di tubuh perusahaan, DAMRI mampu bangkit dari keterpurukan dengan meraih keuntungan hingga 300 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp21 miliar dibabdingkab di 2017 hanya mencapai Rp7 miliar.

“Kita melakukan digitalisasi layanan mulai dari 2018 dan atas perubahan tersebut, di tahun 2018 kami mampu meningkatkan laba hingga 300 persen. Untuk tahun 2019 ini kami targetkan peningkatan 150 persen,” tukas Setia.

Untuk itu, tambah Setia, DAMRI akan menerapkan sistem pelaksanaan monitoring secara digital armadanya melalui akses GPS, sekaligus juga untuk monitoring jadwal keberangkatan, serta koordinasi dengan koordinator lapangan agar akurasi jadwal keberangkatan dan juga pergerakan penumpang dapat diawasi secara riil time.

“Damri menerapkan digitalisasi pada pelayanan pembelian tiket, pembayaran tiket dengan menggunakan uang elektronik, hingga monitoring transaksi pendapatan secara riil dengan teknologi informasi, merupakan bentuk pelaksanaan dari good corporate governence di perusahaan angkutan pelat merah yang sudah berusia 72 tahun,” pungjas Setia. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here