BERITABUANA.CO, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat menangkap 183 tersangka kasus rusuh dan pembakaran di Asrama Brimob di daerah Pertamburan, Jakarta Barat. Para perusuh diduga masa bayaran dari berbagai daerah.

Masa yang berada dari luar Jakarta, terdiri dari berbagai daerah 41 orang dari Banten, 13 orang Jawa Tengah, 27 orang dari Jawa Barat, 11 orang dari Sumatera, 11 orang dari Bekasi, dan 74 orang dari Jakarta, serta 6 orang di Rumah Sakit.

“Mereka kita ringkus, ketika insiden kerusuhan dan pembakaran di Asrama Brimob. Mereka tidak menyampaikan pendapat, tapi mereka kelompok kekacauan yang sudah direncanakan,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (23/5/2019).

Hengki yang didampingi Kasat Reskrim AKBP Edi Sitepu menyebutkan, para tersangka beraksi menggunaka senjata tajam, busur panah, bom molotov, batu dan lain lain.

Busur yang ditemukan diduga sudah dioles racun untuk melawan petugas. Serta bom molotov yang di isi bahan yang cepat membakar dan api cepat menyebar. Panah dan molotov akan diteliti. Bahan batu, sajam, busur dan molotov diletakkan dipinggir jalan, untuk menyerang petugas.

Barang bukti yang ditemukan uang tunai Rp 20 juta. Ini belum termasuk amplop-amplop yang isinya Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu dan sudah diberi nama. “Kami sudah bikin BAP, siapa yang bawa uang dan darimana. Jadi tidak ngarang,” tambah Kapolres.

Saat ini, kepolisian masih mendalami detail pelaku kerusuhan khususnya dari luar Jakarta. Salah satunya soal kapan dan bagaimana mereka datang ke Jakarta.

Bentrokan antara polisi dan massa aksi demo di Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu 21-2 Mei 2019. (Amin)