BERITABUANA, BENGHAZI – Kembali normal dua hari pasokan air bagi 2,5 juta warga Tripoli setelah diputus oleh kelompok bersenjata. Pejabat setempat menjelaskan hal itu memungkinkan ibu kota Libya yang terkepung tersebut keluar dari jeratan krisis kemanusiaan.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengecam pemutusan pasokan air sebagai potensi kejahatan perang. Pemerintah Libya yang diakui internasional menuduh pasukan setia Komandan Khalifa Haftar di wilayah timur, yang berusaha merebut Tripoli, menjadi otak di balik pemutusan tersebut.

Namun, pasukan Haftar menolak bertanggung jawab atas penyumbatan pasokan air. Komandan Tentara Nasional Libya (LNA) mengaku mereka mengirim bala bantuan untuk mengamankan pipa tersebut.

“Krisis pasokan air berakhir dan aliran kembali normal,” menurut perusahaan Great Man-Made River, jaringan pipa yang memasok air tanah dari Sahara, dalam satu pernyataan. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here