BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jargon “Samua Torang Basudara” di kalangan Tou Minaesa (orang minahasa) atau Orang Kawanua di perantauan tentu mempunyai makna filosofis tentang persatuan dan kekeluargaan.

Tapi, beberapa tahun terakhir ini jargon tadi seperti kehilangan makna, karena di kalangan tokoh-tokoh Kawanua itu sendiri terjadi friksi, entah karena ego atau berbagai kepentingan yang melatarbelakanginya.

Friksi yang terjadi di kalangan elite Kawanua ini akhirnya menciptakan faksi-faksi yang berujung dengan terbentuknya dua kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Kawanua termasuk jajarannya di berbagai provinsi dan bahkan di luar negeri.

Situasi ini tentu sangat membuat Orang Kawanua di perantauan terutama di Jabodetabek menjadi bingung. Sebab, mereka tak ingin perkumpulan masyarakat adat ini terpecah. Orang Kawanua yang jumlahnya sangat minoritas di lndonesia kok tidak bisa bersatu.

Setiap ada perayaan Natal atau Paskah oleh dua pengurus pusat KKK, orang Kawanua akan bertanya.

“Ini acara KKK Sompie atau KKK Ika?”

Kondisi ini tentu sangat tidak kondusif bagi persaudaraan Orang Kawanua, karena para “founding father” pendiri KKK telah meletakan aturan-aturan organisasi masyarakat adat ini dengan sangat baik dengan maksud menghimpun Tou Kawanua untuk maju dan saling tolong menolong.

Berbagai upaya penyatuan telah dilakukan sejumlah tokoh termasuk Gubernur Sulut Olly Dondokambey, tapi tidak juga dicapai titik temu. Tapi Puji Tuhan, berkat doa dan ikhtiar yang terus-menerus dari dua pengurus ini, akhirnya mulai dicapai titik temu.

Awal rekonsiliasi tercipta saat dilaksanakan Paskah Bersama dua pengurus baik dari Ronny F. Sompie dan Angelica Tengker tanggal 4 Mei 2019 termasuk para Ketua Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan dan Dewan Pakasaan. Bahkan, salah satu tokoh Kawanua yang hadir Theo Sambuaga menyampaikan pesan yang sangat familiar, “Kalo sobagini ator jo,”  (kalau sudah begini atur saja)

Ronny Sompie dan Angelica Tengker nyanyi bersama artis Vonny Sumelang.

Kemudian malamnya dilakukan ibadah bersama penghiburan di rumah duka Kel. Kol. Purn. dr. Christian Lalamentik, sebagai salah satu pendiri KKK yang terakhir, di Cinere. Besoknya, 5 Mei dilaksanakan ibadah penghiburan dan pemakaman yang dilakukan secara
adat Minahasa, sehingga para pengurus berpakaian adat.

Ternyata, dengan kesadaran penuh kedua pihak untuk melakukan rekonsiliasi secara total telah disepakati lagi melakukan ibadah buka puasa bersama Sabtu (25/5/2019) yang dihadiri kedua pengurus baik Ronny F. Sompie dan Angelica Tengker, bersama jajaran pengurus lainnya. Termasuk acara HUT ke-46 KKK mendatang.

Kabar baik ini terungkap saat Ronny F. Sompie bersama Angelica Tengker, didaulat untuk bersama menyampaikan sambutan di acara Paskah Perkumpulan Paimpuluan Ne Tonsea (PNT) di
Sentul, Bogor, Sabtu-Minggu (17-18) yang diketuai Kol. Penerbang Aldrin P. Mongan bersama Ketua PNT Marsma Jorry S. Koloay.

“Saya dan Pak Ronny bersama jajaran pengurus sudah sepakat untuk menyatukan KKK ini,” ungkap Angelica yang pertama menyampaikan pesan paskah.

Menurut putri Tonaas Kawanua Benny Tengker, ini penyatuan KKK sudah final dan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal senada dinyatakan Ronny F. Sompie. Dirjen Imigrasi ini malah mengungkapkan, dalam waktu dekat kedua jajaran pengurus akan melaksanakan MPA Luar Biasa untuk memilih pengurus baru.

“Dalam waktu dekat akan dilaksanakan MPA luar biasa untuk memilih pengurus baru. Tolong doa kita bersama agar terpilih pengurus yang akan membawa kemajuan KKK ke depan,” pungkas Ronny. (nico karundeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here