BERITABUANA.CO, NTT – Dari 3.026 Desa yang ada di Provinsi NTT,  dan sudah  terbentuk sebanyak 978 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dari jumlah 978, ada sebanyak 781 BUMDes yang berstatus aktif, dengan penyertaan modal sebesar Rp 118 Miliar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert HP Sianipar, mengungkapkan itu dalam arahannya saat Sosialisasi Penguatan BUMDes Provinsi NTT, di Aula Fernandez, Senin (20/5/2019).

“Sesuai data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi NTT ada 781 BUMDes yang aktif dari 978 BUMDes yang ada di Provinsi NTT ini, dengan penyertaan modal yang berasal dari dana desa” tegas Robert Sianipar.

Menurutnya, sebagai lembaga yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, kehadiran BUMDes sebenarnya sangat strategis dalam percepatan pembangunan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, aktivitas ekonomi BUMDes yang dilakukan diantaranya pengembangan ternak, produksi meubel, pariwisata, pasar ternak dan usaha-usaha lainnya.

“Namun dari potensi usaha yang ada ini, masih terdapat beberapa hambatan, seperti masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya BUMDes bagi pengembangan desa, terbatasnya kemampuan SDM dalam pengelolaan BUMDes dan belum optimalnya pendampingan yang dilakukan oleh instansi terkait,” jelas Robert Sianipar.

Untuk itu, aku Robert Sianipar, OJK merasa perlu mendorong sektor jasa keuangan, untuk turut berkontribusi dalam menciptakan kemandirian desa.

“Kita paham kalau saat ini akses layanan keuangan di pedesaan masih relatif terbatas, untuk itu kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan suatu plafon baru, yang mampu menciptakan aktifitas ekonomi baru di desa,” ajak Robert Sianipar.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sebutan tertulis yang dibacakan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda NTT, Semuel Rebo menegaskan untuk mendukung peningkatan BUMDes, maka akan dibentuk BUMDes Center yang merupakan Pilot Project, yang diterapkan oleh OJK di 100 desa secara nasional.
“Kita sangat berharap dari 100 desa yang menjadi Pilot Project ini, termasuk juga BUMDes Center yang ada di NTT,” harap Viktor Laiskodat.

Dikatakan Viktor Laiskodat, Skema BUMDes Center yang difaslitasi oleh OJK tersebut telah dikembangkan dengan fokus pada penguatan tiga pilar utama, yakni Pilar kelembagaan dan bisnis, lalu Pilar akses keuangan, dan Pilar digitalisasi. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here