* Oleh: Gus Muhammad Nur Hayid

BERITABUANA.CO– Para Kiai, para sahabat, dan kawan-kawan semuanya. Alfaqier, Almudznib ini sungguh gelisah akan adanya potensi kekacauan dalam pengerahan massa tanggal 22 Mei 2019 oleh kekuatan yang tidak puas dengan hasil pemilu, tapi menggunakan isu agama dan tema gerakan rakyat.

Maka, kita yang masih ingin Indonesia damai, aman dan tentram, kita jangan diam. Ayo bergerak walau hanya dengan doa.

Untuk menghadapi mereka di lapangan, biar kita serahkan kepada aparat keamanan. Untuk kita sebagai orang-orang yang beriman kepada Allah, ayo kita berdoa. Jangan diam.

Mumpung lagi puasa, doanya orang yang puasa karena Allah, tak akan tertolak. Ayo kita doakan bangsa kita, negara kita, pemimpin kita, semoga menjadi bangsa yang aman damai dan pemimpin yang adil dan amanah.

Sekaligus kita doakan orang-orang yang akan membuat kekacauan semoga Allah batalkan niatnya. Kalau mereka tetap berangkat untuk membuat kekacauan bagi bangsa ini, semoga saja Allah hentikan dengan ‘Allah Hancurkan’ mereka sebelum mereka menghancurkan bangsa dan negara kita tercinta. Sebagaimana Allah hancurkan pasukan ‘Abrahah’ yang akan menghancurkan Kakbah.

Bagi sahabat yang muslim, sehabis solat, baca alfatehah sekali saja sebagai doa untuk tujuan doa keselamatan bangsa di atas. Sementara bagi yang non muslim, monggo berdoa sesuai keyakinan masing-masing.

Khusus untuk para kiai dan santri serta tokoh masyarakat saya usul agar menginisiasi keluarga besar, kaum muslimin, pesantren, majlis taklim, agar setiap abis traweh atau dalam doa qunut witir, mendokan keselamatn bangsa dan negara.

Selain itu, sebagai wujud ikhtiar batin lainnya, mohon doakan juga dengan membaca doa bersama, atau istighosah atau membaca ‘hizb nasor’ atau salawat asghil atau doa apapum mulai hari ini sampai bubarnya kelompok yang ingin menghancurkan  bangsa dan negara kita, yang ingin merongrong pemerintah yang sah dan ingin mensuriahkan Indonesia.

Mereka yang suka menyebut dirinya paling benar, paling suci dan mudah menyalahkan atau bahkan mengkafirkan orang yang berbeda pandangan dengan dirinya dan ingin selalu membuat kerusakan di negeri-negeri muslim itu oleh masyayikh Al Azhar disebut ibnul khawarij (anak turunnya khawarij)… Naudzubillah.

Jangan sampai kita masuk ke dalam golongan ini, karena mal’un (terlaknat) sejak zaman rasulullah ila yaumil qiyamah.

Ayo kita serukan sekarang juga kepada saudara kita, sahabat kita dan kawan kerabat kita yang menjadi silent mayority untuk terus berdoa mumpung bulan suci ramadhan… ‘doaussoim mustajabun’ …

Allahumma Sallimna Wasallim Biladna Indonesia wasallim Almuslimina wal muslimat ajmain. Allahumma Solli Ala Sayyidina Muhammad. Alfatehah.

(* Gus Muhammad Nur Hayid, Pimpinan Rombongan Tadribu Da’i dan Imam di Al Azhar, Mesir dan Pengasuh Pesantren Skill Jakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here