BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menegaskan, masyarakat sipil tidak diperbolehkan menggunakan mobil dengan atribut militer termasuk memakai nomor polisi (nopol) TNI. Penggunaan atribut tersebut berpotensi penyalahgunaan wewenang.

“Warga sipil, meski dia seorang pejabat setingkat kepala biro, tidak boleh menggunakan mobil ber nomor polisi atau pelat milik TNI. Nopol TNI  hanya untuk anggota TNI,” kata Neta yang dihubungi beritabuana.co, Senin (20/5/2019).

Melanjutkan pernyataannya, Neta mengatakan, jika ada pejabat sipil menggunakan kendaraan berpelat TNI, berarti telah melakukan penyalahgunaan wewenang. Bisa jadi kata dia, untuk tujuan gagah-gagahan atau menakut-nakuti polisi lalu lintas (Polantas)  di jalanan.

Karena itu, Neta melihat perlu ada tindakan kepada pejabat tersebut dan tidak bisa dibiarkan.

“Atasan mereka harus segera menegur dan memerintahkan yang bersangkutan mengembalikan nopol tersebut ke TNI karena sudah melakukan penyalahgunaan wewenang,” imbuh mantan wartawan ini.

Kemudian tambah Neta, pihak TNI lewat juru bicaranya, perlu menjelaskan soal bagaimana penyalahgunaan nopol tersebut bisa terjadi. Sebab akan muncul pertanyaan, kenapa sampai ada pejabat sipil bisa mendapatkan nopol milik TNI.

“Dan saya kira TNI perlu memeriksa yang bersangkutan agar bisa diketahui kenapa orang sipil bisa mendapatkan nopol TNI. Apakah ada kolusi dibalik semua itu,” pungkas Neta.

Untuk diketahui, seorang pejabat setingkat kepala biro di ke Setjenan DPR EI kepadapatan mengendarai mobil dinas berplat nopol TNI. 

Meski diakuinya kalaumobil Toyota Fortuner warna hitam tetapi  berpelat markas TNI milik kawannya. Namun, mobil tersebut kerap parkir di halaman gedung Setjen DPR RI, sehingga mengundang perhatian.

Sementara, mobil para pejabat Setjen DPR lainnya terutama para eselon 2 adalah mobil dinas  merek  Honda CRV dengan pelat hitam yang lazim digunakan oleh para pejabat aparatur sipil negara (ASN) seperti B xxx RFT atau B xxx RFZ maupun B xxx RFQ. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here