Oleh: Andoes Simbolon

Andoes Simbolon.

POLITISI PDI Perjuangan Maruarar Sirait dikabarkan tidak lolos ke Senayan. Pria yang disapa Ara ini sudah 3  periode sebagai anggota DPR, yaitu sejak pemilu 2004,  2009 dan pemilu 2014. Dalam 3 kali pemilu itu Ara maju sebagai calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan Jawa Barat IX meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Subang.

Tetapi, pada pemilu 2019, entah pertimbangan atau alasan apa, DPP PDI Perjuangan memindahkan dapilnya ke Jawa Barat III meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur dengan nomor urut 9. Sayangnya, Ara gagal alias tidak berhasil lolos seperti pada pemilu sebelumnya. Partainya hanya berhasil meraih 1 kursi dan diraih Rieke Diah Pitaloka.

Nah, sejak beredar kabar Ara pindah dapil dan dikasih nomor urut 9, muncul lah pertanyaan, bahkan spekulasi. Begitulah, karena tidak ada pernyataan resmi dari DPP PDI Perjuangan, wajar saja ramai rumor  atau gosip di internal partai. 

Suka dan tidak suka, popularitas Ara di panggung politik nasional memang luar biasa. Tidak hanya di kandang banteng dia terkenal, di masyarakat umumnya juga namanya cukup harum. Wajar saja, nama Ara sering menghiasi berbagai media massa, mulai dari surat kabar,  maupun media online. Dulu, ayahnya Sabam Sirait  ketika menjadi tokoh dan politisi PDI hingga PDI Perjuangan tidak sepopuler Ara.

Tidak hanya itu, wajahnya juga kerap menghiasi  sejumlah stasiun televisi, karena dia sering diundang untuk acara talk show maupun wawancara door stop tentang berbagai hal khususnya menyangkut isu politik nasional.

Salah satu kelebihan dari Ara memang kedekatannya dengan wartawan. Tidak heran, Ara selalu menjadi nara sumber favorit para pewarta media tidak saja di Jakarta, termasuk wartawan di daerah. Diluar wawancara, Ara juga sering mengajak ngobrol ringan para wartawan. Jadilah Ara seorang pesohor seperti selebritis politik.

Kelebihan lain yang patut dicatat adalah soal konsistensi. Ara tidak berlebihan kalau diacungi jempol. Kenapa? Sejak Kongres PDI Perjuangan di Bali tahun 2010, namanya sudah tidak masuk sebagai pengurus DPP PDI Perjuangan. Sama sekali dia tidak punya jabatan apa-apa di partai, begitu juga di DPR, dia hanya anggota biasa.

Meski begitu, bukan berarti membuat Ara berkecil hati, lalu ngambek dan tidak mau tau dengan partainya. Dalam perjalanannya, Ara terus menunjukkan loyalitas dan kesetiaannya ber PDI Perjuangan. Dia tidak hengkang hanya karena tidak masuk sebagai pengurus DPP PDI Perjuangan. Bahkan, Ara terus menunjukkan hormatnya kepada ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. Tak pernah sekalipun dia menyudutkan Mega misalnya karena sesuatu hal. Sebaliknya, Ara selalu membela ketua umumnya.

Dalam berbagai kesempatan, Ara menyatakan, dalam berpolitik, seorang politisi harus siap memimpin dan siap dipimpin. Kata-kata bijak yang disampaikan oleh ayahnya ini lah menjadi pegangan Ara sampai hari ini.

Konsistensinya kembali dia tunjukkan pasca pemilu 2014 silam. Pada waktu itu, nama Ara sudah ramai diperbincangkan publik sebagai salah satu menteri Presiden Jokowi. Hal ini tidak lain karena Ara termasuk salah satu tim sukses yang giat berkampanye untuk kemenangan pasangan Jokowi – Jusuf Kalla.

Pada waktu acara pengumuman susunan kabinet di Istana Negara , Minggu(26/10/2014),  terisar kabar bahwa  nama Ara akan diumumkan menjadi menteri. Antara Menteri Komunikasi dan informasi dan Menteri Pemuda dan Olahraga. Publik percaya karena  mengetahui Ara ikut hadir dengan memakai kemeja  putih, seperti halnya dengan calon menteri lainnya.

Namun apa yang terjadi? Ternyata nama Ara tidak ada dalam daftar menteri yang diumumkan Jokowi waktu itu. Konon, Presiden Jokowi tidak berani memilih Ara karena belum ada restu dari Megawati. Apalagi, Megawati ketika itu tidak memasukkan nama Ara dalam daftar calon menteri yang diajukannya kepada Presiden Jokowi.

Jadwal pengumuman nama-nama menteri Jokowi pada waktu itu memang sempat molor. Tersiar kabar, Jokowi meminta Ara agar menemui Megawati di kediamannya untuk mendapatkan restu. Sesampai di Jalan Teuku Umar, Ara memberi tahu kepada petugas mau bertemu dengan Megawati. Sayangnya, Megawati kabarnya enggan menemui Ara. Apa yang terjadi? Setelah memastikan Megawati tidak mau menemui dirinya, akhirnya Ara kembali ke Istana tetapi pengumuman susunan nama-nama menteri sudah selesai dibacakan Presiden Jokowi, sore menjelang malam hari.

Sakit hati kah Ara? Ternyata tidak. Sedikit pun, dia tidak menunjukkan kekecewaan apalagi sakit hati kepada partainya, khususnya kepada ketua umumnya. Lagi-lagi Ara tampil dengan lapang dada, legowo, ikhlas dan berbesar hati menerima situasi yang ada ketika itu.

Menjalani hari-hari pada periode 2014-2019, Ara sekalipun tidak pernah memperlihatkan ketidaksukaan kepada siapapun di PDI Perjuangan. Tidak pernah sekalipun terlontar dari ucapannya bernada miring atau negatif, baik kepada PDI Perjuangan maupun kepada Megawati Soekarnoputri. Dia selalu terlihat akrab dengan semua politisi PDI Perjuangan. Tidak heran, Ara mendapat pujian karena konsisten dan loyalitasnya sebagai kader partai.

Dia memajukan organisasi sayap partai, Taruna Merah Putih(TMP) yang didirikan dan dipimpinnya. Berbagai kegiatan untuk kepentingan  rakyat dan PDI Perjuangan terus dilakukan termasuk berkampanye untuk kemenangan partai dan pasangan Jokowi – Maruf Amin pada pilpres yang lalu. 

Pertanyaan yang masih tersisa sampai hari ini adalah alasan Megawati tidak memasukkan Ara dalam susunan pengurus DPP PDI Perjuangan, alasan Megawati menolak Ara menjadi menteri Presiden dan alasan Megawati memindahkan dapil Ara pada pileg yang lalu?  Karena jika dilihat secara historis, Ara termasuk salah satu anak muda yang berada dibelakang Megawati ketika terjadi konflik internal tahun 1997.  Dia ikut mempertahankan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58 , Jakarta saat kantor itu sudah mau dikuasai oleh aparat keamanan.

Ara merupakan anak sulung dari Sabam Sirait yang menjadi salah satu deklarator fusi PDI tahun 1973.  Dalam diri Ara telah mengalir darah politik untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI seperti halnya dengan Sabam Sirait. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here