BERITABUANA.CO, MESIR– Ketua PBNU KH. Marsudi Syuhud mengajak peserta yang terdiri dari para dai dan imam untuk mengimbangi para ustadz ‘jadi-jadian’ yang sudah merajalela di medsos.

Hal tersebut disampaikan KH. Marsudi saat memberikan pembekalan kepada para peserta Tadribud Duat wal Aimmat utusan PBNU di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Ia menjelaskan, para ustadz ‘jadi-jadian’ di media sosial ini dinilainya tidak memiliki latarbelakang keilmuan agama memadai bisa membuat masyarakat menjadi bingung dalam menentukan pilihan belajar agama.

Bahkan, tidak sedikit yang terpengaruh oleh mereka yang hanya bermodalkan keras, penuh caci maki dan suka menyebar hoaks atas nama agama.

“Setelah pulang harus langsung terjun ke masyarakat. Ilmu kalian sudah lebih dari cukup. Ngaji bisa, berceramah bisa, tinggal yang kurang keberanian,” kata Marsudi, Rabu.

Ia pun menjelaskan, dari sisi keilmuan agama, para peserta yang ikut program ini tidak bisa diragukan lagi. Pasalnya l,cmereka memiliki latar belakang pendidikan agama, khususnya di pesantren sejak kecil.

“Kalian sudah mondok dari kecil. Alfiyah hafal semuanya. Sudah melalui proses yang panjang. Tapi mereka (ustadz dadakan) memang punya keberanian. Meskipun lalaran tasrif saja tidak bisa, tetapi mereka berani untuk tampil di sosial media,” sindirnya.

“Saya minta setelah pulang ke tanah air harus langsung bisa memberikan penjelasan keagamaan yang konkrit yang dibutuhkan masyarakat dengan meng-counterpemahaman keagamaan yang dilemparkan oleh ustadz-ustadz yang tidak memiliki ilmu agama tapi berani berceramah,” tambah mantan Sekjen PBNU ini.

Proses pembiasaan membangun keberanian bagi para dai wasathiyah ini lanjutnya bisa dimulai sejak berada di Mesir. Di antara caranya adalah menentukan isu dan tema yang akan diangkat serta menjelaskan hal-hal yang dianggap tidak memiliki landasan keilmuan serta landasan pemahaman keagamaan yang memadai.

“Mulai dari sekarang segera tentukan positioning. Tugasnya adalah menjelaskan bagaimana kedudukan masalah itu sebenarnya menurut hukum Islam dan aqidah Islam ala Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ahsehingga orang tidak mudah terbawa oleh berita hoaks, oleh ceramah-ceramah yang tidak mencerminkan akhlak Rasulullah SAW yaitu ceramah-ceramah yang penuh dengan caci maki dan ceramah-ceramah yang penuh dengan fitnah, provokasi dan adu domba,” tegasnya.

Tegaskan Kesiapan

Ketua Rombongan peserta Tadribut Du’at, KH. Muhammad Nur Hayid menegaskan kesiapan pihaknya untuk menyiapkan diri untuk segera bisa menjalankan tugas dari PBNU, serta bisa berinteraksi langsung dengan umat dan masyarakat dalam mengawal dakwah Rahmatan lil Alamin.

Kesiapan yang dimaksud akan diwujudkan dalam bentuk tindak lanjut atau follow up dari latihan yang akan dilakukan dalam berbagai model setelah pulang ke tanah air.

“Salah satunya adalah penguatan masing-masing peserta untuk berperan serta di masyarakat secara langsung,’ kata Gus Hayid.

“Insyaallah kami akan segera tindaklanjuti. Setelah pulang ke tanah air kami segera melakukan konsolidasi dengan pesantren-pesantren, masjid-masjid yang selama ini kami bina,” sambung Pengasuh Ponses Skill Jakarta ini.

Selain itu, lanjut Gus Hayid, ke depan akan menggelar berbagai macam training, pelatihan sesuai materi yang didapat di kampus Al Azhar.

“Harus langsung diimplementasikan, agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat,” tutup Gus Hayid. (Msr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here