BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah angkat bicara terkait pemanggilan Dokter spesialis syaraf, Roboah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan oleh penyidik Polda Metro Jaya, dalam kaitan kematian ratusan petugas KPPS pasca pencoblosan di Pemilu serentak 2019 lalu. Kata Fahri, mestinya jangan Ani Hasibuan, tetapi periksa Ikatan Dokter Indonesia atau IDI yang menyebut ‘kematian petugas KPPS bukan karena kelelahan’.

“Daripada memeriksa dokter ahli saraf Ani Hasibuan dengan tuduhan ujaran kebencian, mendingan periksa IDI. Apa yang disampaikan dokter Ani itu bukan ujaran kebencian,” kata Fahri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Bahkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Fahri mempertanyakan alasan akademisi dilarang bicara ilmunya, mengingat apa yang disampaikan seorang ilmuwan sperti dokter Ani itu bukan ujaran kebencian.

“Kalau dokter nggak boleh analisa kematian, maka nanti arsitek nggak boleh bicara bangunan, ulama nggak boleh ngomong agama, politisi nggak boleh bicara politik, lawyer nggak boleh bicara hukum, ekonom nggak boleh bicara ekonomi karena semua kena delik ujaran kebencian,” tutur inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GABRI) itu.

Fahri pun menyayangkan, sikap aparat keamanan yang justru tidak mendukung kondusifitas pasca Pemilu. Pasalnya, aparat justru ikut-ikutan memanaskan tensi politik saat ini.

“Kenapa aparat ikut memanaskan suasana ya? Kenapa nggak mendukung pencarian fakta untuk menjawab kegelisahan publik ya?” tandas Anggota DPR dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Seperti diketahui, hari ini dokter Ani Hasibuan dipanggil penyidik Ditreskimsus Polda Metro Jaya untuk diperiksa, terkait pernyataannya soal kematian ratusan petugas KPPS pasca pencoblosan di Pemilu serentak 2019 lalu. Namun, yang bersangkutan sedang sakit, maka pemeriksaan dibatalkan.

Menurut Amin Fahrudin yang ditunjuk sebagai kuasa hukumnya menjelaskan jika kliennya berhalangan hadir lantaran tengah dalam kondisi jatuh sakit.

“Hari ini, klien kami tidak bisa memenuhi panggilan, karena dalam kondisi sakit. Jadi, kami minta ke penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan penundaan pemeriksaan terhadap klien kami,” ungkap Amin kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/5/2019) siang. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here