BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkotika menjadi alasan mendesak untuk merevisi Undang-Undang No. 35 tentang Narkotika. Salah satu poin yang diusulkan dalam UU tersebut adalah memperbesar porsi pencegahan daripada upaya pemberantasan.

Hal ini disampaikan anggota Komite III DPD RI, Abdul Azis Kafia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan sejumlah lembaga penggiat narkoba hari Selasa (14/5/2019) kemarin.

Abdul Azis menjelaskan kondisi real saat ini dengan percepatan informasi di butuhkan undang-undang yang lebih tepat dengan kondisi kekinian. Menurutnya, revisi difokuskan untuk memberikan pencegahan daripada melakukan pemberantasan.

“Saya sangat setuju kita harus punya ketegasan jangan meniru negara lain terkait penegakan hukum,” katanya.

Namun, laanjut Senator asal DKI itu, kalau memang masih membutuhkan hukuman mati, tetap saja dicantumkan hukuman mati.

“Tapi itu diberlakukan buat pengedar, dan kalau buat pecandu memang harus di rehabilitasi karena bagaimanapun statusnya sebagai korban. Tapi yang paling bahaya ini tetap pengedar,” ujar Azis. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here