BERITABUANA.CO, JAKARTA- Kegaduhan masih terus mewarnai proses Pemilu 2019. Akarnya dimulai dari keterlibatan kekuatan-kekuatan politik tertentu yang belum siap menerima kekalahan dan hendak menempuh langkah-langkah inkonstitusional, yakni makar.

Hal itu diingatkan salah satunya oleh Ketua Forum Ulama Tahlil se-Jawa Tengah, KH. Nahib Shodiq. Ia mengingatkan bahwa ada ormas dan tokoh tertentu, yang sebetulnya anti-demokrasi, namun menumpangi pesta demokrasi yang sedang berjalan saat ini.

Menurutnya, kelompok tersebut berbahaya, karena sejak awal mempunyai ideologi khilafah dan anti NKRI. Dikonfirmasi lebih lanjut mengenai identitas kelompok tersebut, Nahib menyatakan kelompok tersebut menyusup ke 02.

Pengasuh pondok pesantren modern Al-Hikmah Benda Bumiayu itu menambahkan, bahwa kelompok-kelompok tersebutlah yang menginginkan Indonesia chaos dan hancur seperti Yaman dan Suriah, melalui seruan gerakan people power.

Karena itu, dirinya mengingatkan agar masyarakat pro-aktif menjaga ketertiban dan kedamaian, serta tidak coba-coba bergabung dengan gerakan-gerakan yang inkonstitusional.

Strategi Iblis

Terpisah, Habib Salim Jindan Baharun, Presiden Majelis Dzikir RI-1, menuturkan ancaman people power yang digaungkan segelintir politisi adalah strategi iblis.

“People power itu strategi Iblis. Itu sengaja dilontarkan seolah-olah ini ada kecurangan. Itu meresmikan dan jadi bukti awal gerakan dia nanti jika kalah. Mencoba membangun alat bukti,” terang Habib Salim dalam acara diskusi di Jakarta.

Habib Salim pun menghimbau agar masyarakat bisa mewaspadai gerakan dari kelompok yang tidak menerima kekalahan.

“Perlu diwaspadai bersama, tapi jangan termakan strategi iblis. Hanya iblis yang punya keinginan untuk ribut dan menjadikan kita terus tegang dan tercerai berai. Iblis ini yang ngomong,” jelasnya.

Habib minta warga tidak gampang terpengaruh. “Sikapi dengan jiwa yang tenang. Terkait siapa yang menang itu sudah menjadi ketetapan Allah. Jangan ada dalil ada kecurangan,” pintanya.

Sebab, lanjut Habib, menjelekkan orang itu bukan ciri orang yang beriman. “Itu pekerjaan iblis membuat tegang dan emosi. Iblis tidak mengenal apakah itu Kyai, Ustadz, Romo, Pendeta, Habaib,” tandasnya. (Nir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here