BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo perintahkan seluruh Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di seluruh Indonesia untuk melakukan uji petik kelaiklautan kapal penumpang dalam rangka penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Pehubungan terus melakukan upaya-upaya guna memastikan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019 yang aman, selamat, tertib dan nyaman, salah satunya dengan melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal,” ungkap Dirjen Agus, Rabu (15/5/2019) di kantor Kemenhub, Jakarta.

Dikatakan, seluruh kantor UPT Ditjen Perhubungan Laut di instruksikan untuk melaksanakan Uji Petik terhadap kapal penumpang mulai tanggal 12 April sampai dengan 17 Mei 2019.

@Seluruh kantor UPT wajib menyerahkan Laporan Kesiapan paling lambat tanggal 22 April 2019. Sedangkan Laporan Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal wajib diserahkan paling lambat tanggal 17 Mei 2019,” ujar Dirjen Agus.

Agus menambahkan, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) juga menurunkan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan kelaiklautan kapal secara acak di 16 lokasi pelabuhan tertentu yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang mulai tanggal 22 April 2019 sampai dengan akhir bulan Mei 2019.

“Dari 16 lokasi yang ditentukan, kami telah melaksanakan uji petik secara acak di 11 lokasi, antara lain di Batam, Kendari, Nunukan, Pare-Pare, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Sampit, dan Tanjung Balai Karimun, Tanjung Buton, Ternate dan Tual,” ungkap Dirjen Agus.

Adapun lima lokasi yang akan dilakukan Uji Petik selanjutnya adalah Jayapura, Palembang, Tanjung Priok, Merak, dan Muara Angke.

“Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran ini, pihaknya juga memberikan dispensasi berupa penambahan kapasitas penumpang bagi PT. PELNI (Persero), PT. ASDP (Persero), serta PT. Dharma Lautan Utama (DLU) serta kapal swasta lainnya,” tutur Dirjen Agus.

“Dispensasi penambahan jumlah kapasitas penumpang baru dapat diberikan setelah dilakukan pemeriksaan oleh pejabat pemeriksa keselamatan kapal (Marine Inspector) untuk kemudian dilakukan penyesuaian terhadap sertifikat keselamatan kapal penumpang dan juga alat keselamatannya,” tambah Dirjen Agus. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here