BERITABUANA.CO, JAKARTA – Deputi Penindakan Badan Nerkotika Nasional (BNN), Arman Depari menyatakan kalau pihaknya menyambut baik usulan amandemen regulasi tentang narkotika.

“Teknologi farmasi berkembang dengan sangat pesat, sehingga pengaturan tentang kejahatan narkotika dan zat adiktif lainnya sangat dibutuhkan,” kata Arman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Lebih lanjut Arman mengakui, regulasi yang ada saat ini tidak mengakomodir tentang pencegahan penggunaan narkotika, melainkan mengatur tentang pemberantasan, penegakan hukum dan pemutusan suplai.

“Padahal kita juga perlu sosialisasi ini, yang outputnya mencegah. Nah, itu yang tidak ada,” ujarnya.

Persoalan ini, menurut Arman sangat teknis sekali, namun perlu dibahas kembali supaya masalah pencegahan ini seharusnya equal seimbang dengan pemberantasannya.

“Kalau kita ingat petuah-petuah orang tua dulu sebenarnya lebih bagus itu mencegah dari pada mengobati. Upaya pemberantasan itu hal terakhir kalau pencegahannya tidak berhasil,” jelasnya.

Selain itu, sosialisasi dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama sudah seharusnya diatur dalam regulasi, sehingga penting untuk memasukkan peranan masyarakat dalam revisi undanga-undang tersebut.

“Dan yang paling penting dalam hal ini kenapa peran serta masyarakat ini perlu, umum nya negara kita penduduk kita itu cenderung menutup-nutupi dianggap ini aib malu bagi keluarga, ini penting sekali,” tutup Arman Depari. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here