Ini Ciri Penumpang Gelap dalam Demokrasi, Pengamat: Elit 02 Harus Waspada

by -
Sejumlah Massa melakukan aksi unjuk rasa meminta paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin didiskualifikasi dari Pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2019). Aparat gabungan Polri dan TNI hingga kendaraan taktis disiagakan di Bawaslu. Jumlah personel itu terlihat lebih banyak dari hari sebelumnya guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (Dok. Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA– Pemilu berjalan damai dan lancar. Namun, dalam perjalanannya dinilai masih ada pihak-pihak yang terus saja memprovokasi masyarakat agar menolak pemilu.

Mereka yang terus menyuarakan tersebut adalah para penumpang gelap dalam proses Pilpres yang sangat berbahaya bagi demokrasi.

Pengamat terorisme The Indonesia Intelligence Institute, Jakarta, Ridlwan Habib mengatakan ada tiga ciri terkait mereka. Pertama, kelompok ini melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu dengan cara cara di luar prosedur demokrasi yang sudah disepakati.

“Misalnya dengan cara menyebarkan hoax dan berita bohong di media sosial dengan berbagai jenis kebohongan. Juga dengan memprovokasi masyarakat agar menduduki gedung KPU sehingga sistem demokrasi yang berjalan itu lumpuh,” kata Ridlwan lewat keterangannya, Selasa (14/5).

Kedua, kelompok ini tidak mempunyai basis data yang valid dan kuat yang bisa dipertanggungjawabkan dalam melakukan tuduhan maupun klaim.

“Ketika ditanya bukti, mereka akan menyodorkan fakta fakta yang sebenarnya bukan bukti. Misalnya tuduhan kecurangan karena ada 500 an anggota KPPS yang meninggal padahal investigasi dari Kementerian Kesehatan membuktikan bahwa yang meninggal karena memang sudah mengidap sakit dan terpicu oleh kelelahan,” jelas dia.

Ketiga, kelompok penunggang gelap ini mempunyai tujuan Indonesia konflik. Karena, dengan konflik, maka mereka bisa berpeluang menawarkan solusi lain selain sistem Demokrasi.

“Tawaran ideologi alternatif itu tidak akan bisa diterima rakyat kalau situasi Indonesia damai dan rukun.
Karena tujuan mereka konflik, maka fakta dan kebenaran apapun akan mereka tolak supaya terjadi distrust publik terhadap pemerintah yang sah,” tegasnya.

Karena itu, ia menghimbau kepada elit politik terutama di kubu 02 yang berjiwa demokratis, cerdas dan ksatria agar Mewaspadai ciri ciri kelompok penunggang gelap itu.

“Selain itu, berharap kepada Polri agar tegas terhadap setiap tindakan melanggar hukum yang mengancam keutuhan NKRI sebagai bangsa,” tutup dia. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *