Anggota MPR RI Fraksi Golkar Ace Hasan Sadzily / Foto: Jimmy

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI menyerap aspirasi terkait Rancangan Undang-Undang RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily dalam siaran persnya yang diterima redaksi beritabuana.co, Senin (13/5/2019) menjelaskan bahwa pihaknya mengundang Rektor UIN Bandung, pimpinan pondok pesantren, pemuka Agama Kristen Katolik, Hindu, Buddha dan berbagai tokoh agama yang ada di wilayah Jawa Barat.

“Tujuan kita menyerap aspirasi ini dalam rangka melakukan komunikasi intensif antara DPR RI khususnya Komisi VIII DPR dengan daerah dan lembaga kemasyarakatan yang berkaitan dengan Pesantren dan Pendidikan Agama,” ujar Ace.

Di sisi lain, papar politisi Partai Golkar itu, Kunspek ini dalam rangka melaksanakan fungsi legislasi dalam rangka penyusunan RUU tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

“Kita ingin menggali dan menyerap aspirasi daerah dari unsur Pemerintah Daerah maupun masyarakat,” terangnya.

Ace memaparkan, selama ini anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen APBN serta dari APBD untuk memenuhi penyelenggaraan pendidikan nasional. Namun faktanya, muncul tidak setaranya pengalokasian APBN ataupun APBD untuk pesantren dan pendidikan keagamaan lainnya.

“Hal tersebut berdampak pada penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, dan kualitas serta mutu pendidikan madrasah maupun pesantren,” pungkasnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here