BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti menilai ada beberapa alternatif solusi yang bisa dilakukan dalam mengatasi kekurangan buku di beberapa daerah. Salah satu altenatif yang dilakukan dengan cara digitalisasi, artinya dengan menggunakan e-Library atau perpustakaan digital.

Dengan begitu, menurut Marlinda kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2019), pemerintah pusat tidak harus mengirimkan buku secara fisik, melainkan bisa berbentuk buku digital.

“Kami menerima keluhan dari beberapa sekolah dan kampus terkait kekurangan buku yang ada di perpustakaannya,” kata dia menjelaskan hasil Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini.

Masalah itu, menurut dia sebenarnya tidak hanya terjadi di Medan, Sumatera Utara ini saja, namun juga di beberapa daerah lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, lanjut politisi Fraksi Partai Golkar ini berharap pemerintah menganggarkan program digitalisasi bagi setiap daerah.

“Bagaimanapun juga, WIFI dan koneksi internet menjadi salah satu kekuatan untuk menyejahterakan rakyat. Dengan begitu, masyarakat yang berada di desa pun tidak harus datang ke kota untuk bisa mendapatkan buku,” ujarnya.

Selain digitalisasi, menurut legislator dapil Jawa Tengah X itu, untuk meningkatkan minat baca di daerah sekaligus mengatasi kekurangan buku juga bisa dilakukan dengan menambah perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling dengan menggunakan mobil atau motor bisa mendekatkan buku pada rakyat.

“Sebuah daerah bisa maju jika masyarakatnya bisa mengakses internet atau digital. Selain itu yang perlu ditambah juga adalah perpustakaan keliling. Dengan kata lain sekarang modelnya buku yang mendatangi masyarakat, bukan hanya masyarakat yang mendatangi buku atau perpustakaan,” tegasnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here