BERITABUANA, PRETORIA – Dengan mudah Kongres Nasional Afrika (ANC) menang dalam pemilihan umum di Afrika Selatan, meski suara yang diperolehnya jauh berkurang. Kondisi yang mencerminkan kemarahan terhadap skandal-skandal korupsi dan ketidaksetaraan rasial yang masih bercokol satu generasi setelah partai itu berkuasa.

Dalam pemilihan yang digelar Rabu (8/5/2019), perolehan suara ANC lebih rendah daripada perolehannya dalam pemilihan tahun 2014. Jatuh ke 66 persen dari 73,5 persen, demikian komisi pemilihan. Sementara partai utama oposisi Aliansi Demokrasi (DA) juga mengalami penurunan dalam perolehan suara.

Dikatakan Deputi Sekretaris Jenderal ANC, Jessie Duarte, “Kepercayaan sudah kembali dan kami perlu memperbaiki kesalahan-kesalahan kami”. Para pejabat lain ANC sudah mengakui penurunan dalam dukungan kepada partai itu dibandingkan lima tahun lalu.

Pada Sabtu (11/5/2019), hasil-hasil sementara menunjukkan partai yang berkuasa itu meraih 57,51 persen dari suara parlemen. DA memperoleh 20,76 persen dan Pejuang Kebebasan Ekonomi ((EFF), yang beraliran kiri, menguasai 10,79 persen, demikian Komisi Pemilihan Independen di lamannya.

Kemenangan ANC itu menjamin perolehan kursinya di parlemen memberikan Presiden Cyril Ramaphosa untuk berkuasa lagi selama lima tahun. Namun, mungkin menyebabkan dia kekurangan amunisi untuk malawan partai-partai saingannya yang menentang reformasinya guna memajukan ekonomi dan pemberantasan korupsi.

Kiprah ANC sebagai bekas gerakan pembebasan yang didirikan mendiang Nelson Mandela dalam pemilihan itu adalah yang terburuk. Partai tersebut telah berkuasa tanpa putus di Afsel sejak pemilihan bebas pertama menandai akhir dari kekuasaan minoritas kulit putih tahun 1994. Tercatat partai itu tak pernah meraih suara kurang dari 60 persen dalam pemilihan nasional. Dalam pemilihan tahun 2014, ANC meraih 62 persen suara, DA 22 persen dan EFF 6 persen. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here