BERITABUANA, JENEWA – Pada kunjungan kerja di hari ketiga di Swiss, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, melakukan pertemuan dengan Deputi Sekretaris Jenderal United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), Isabelle Durant. Pertemuan berlangsung di akhir rangkaian kunjungan kerja Mendag di Swiss dan Liechtenstein sejak Rabu (8/5/2019).

Pada pertemuan ini, Mendag didampingi Wakil Tetap RI Jenewa Hasan Kleib, Dirjen Perundingan Internasional Iman Pambagyo, dan Staf Khusus Menteri Perdagangan Lili Yang Ing. Pada awal pertemuan ini, didiskusikan secara umum peran dan fungsi UNCTAD dalam memaksimalkan perdagangan, investasi, dan pembangunan bagi negara negara berkembang. Selain itu, UNCTAD juga merumuskan rekomendasi-rekomendasi kebijakan dalam bentuk publikasi, kajian, dan analisis, termasuk melakukan kerja sama teknis dan peningkatan kapasitas.

“Pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa Indonesia memperoleh manfaat yang maksimal dalam perjanjian perdagangan internasional. Namun, Indonesia juga perlu memastikan bahwa semua peraturan nasional Indonesia harus mematuhi semua peraturan dan persetujuan internasional yang telah disepakati. Karena itu, Kemendag mendukung dilakukan kajian berbagai peraturan Kementerian yang berlaku saat ini dan juga menyusun peraturan baru yang tidak diskriminatif dan lebih fasilitatif,” ungkap Mendag.

Pada pertemuan ini, kedua pihak juga menjajaki kesempatan untuk melakukan kerja sama peningkatan sumber daya manusia (SDM). Deputi Sekjen UNCTAD menginformasikan UNCTAD dapat memberikan dukungan berupa seminar, workshop dan tailor made training
program untuk membahas isu-isu yang perlu dipahami lebih lanjut.

“Pemerintah Indonesia yakin bahwa kerja sama pengembangan kapasitas SDM perdagangan dengan UNCTAD, agar dapat meningkatkan pembahaman terhadap peraturan internasional yang ada dan mampu membantu merumuskan peraturan dan perundangan yang menjamin pemanfaatan hasil-hasil perjanjian perdagangan internasional di berbagai sektor. Untuk itu, ke depannya Kemendag akan terus melakukan koordinasi dengan UNCTAD agar dapat segera merealisasi kerja sama ini,” lanjut Mendag.

Mendag pada hari yang sama juga melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal EFTA, Henri Getaz. Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali komitmen Indonesia dan seluruh negara anggota EFTA untuk segera menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian IE-CEPA. Mendag sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri, Kehakiman, dan Kebudayaan Liechtenstein dan Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian Swiss. “Kunjungan ini penting untuk kembali menegaskan komitmen Indonesia dan EFTA untuk segera menyelesaikan ratifikasi IE-CEPA supaya perjanjian ini dapat segera diimplementasikan dan dimanfaatkan oleh dunia usaha kedua negara,” pungkas Mendag. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here