* Oleh: Gus Muhammad Nur Hayid

Orang yang membaca Alquran, belajar Alquran dan memahami Alquran, tapi tidak mau membaca solawat kepada Rasulullah SAW, bahkan menghina pembacaan salawat kepada Rasulullah SAW pasti tidak akan dapat berkah Alquran dan hidayah Allah melalui Alquran.

Bahkan, orang-orang tersebut tidak akan mendapatkan indah dan lezatnya bermuasaroh dengan Alquran, meskipun hafal Alquran sekalipun. Terlebih, bacaan Alqurannya atau bahkan hafalanya itu tidak akan membuat dia semakin dekat dengan Allah dan melembutkan hatinya. Kenapa?

Karena bagaimana kita bisa menikmati lezat dan indahnya Alquran kalau kita tidak menghormati Rasulullah SAW yang menjadi perantara turunnya firman Allah.

Padahal, tanpa Rasulullah tidak akan Alquran yang akan sampai kepada kita. Dan cara menghormati Rasulullah, Allah telah memberikan contoh dengan perintah membaca salawat kepadanya.

Makanya tidak heran, pesantren-pesabtren Tahfidz dibawah asuhan kiai sepuh yang bersanad kepada Rasulullah, pasti punya amalan tambahan selain wirid Alquran yang dilakukan melalui murojaah dan nderes Alquran. Wirid tambahan itu tidak lain adalah bacaan solawat kepada Rasulullah SAW.

“Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad”

Sungguh telah banyak bukti dan fakta orang-orang yang membaca, memahami dan bahkan menghafal Alquran yang diiringi dengan memperbanyak membaca salawat, akan jauh lebih mudah dan gampang serta mendapatkan futuh dari Allah ketimbang mereka yg tak mau baca salawat, apalagi sampai bid’ahin baca salawat dengan berbagai ragam cara bacanya.

(* Gus Muhammad Nur Hayid, Pimpinan Rombongan Tadribu Da’i dan Imam di Al Azhar, Mesir dan Pengasuh Pesantren Skill Jakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here