BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sejak adanya teknologi digital, banyak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merasa terbantu, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan UMKM dan adanya perubahan pola konsumsi secara online.

Demikian diungkapkan pengamat ekonomi dari INDEF, Bima Yudhostira kepada wartawan usai menghadiri diskusi publik bertema “Peran Teknologi Digital Dalam Menggerakkan UMKM”, yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) kerjasama dengan Perum Jamkrindo, di kantor sekretariat KMI Jalan Salemba, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Diperkirakan bahwa kaum milenial mengeluarkan 50 ribu – 150 ribu untuk membeli makanan secara online. Selain itu, mereka juga sekarang lagi trend dengan jalan-jalan melalui traveling sehingga UMKM yang terkait dengan pariwisata cukup meningkat.

“Dengan adanya teknologi digital dan perubahan pola konsumsi tersebut, maka pemerintah perlu memfasilitasinya dengan memperluas jangkauan internet. Kedua, produk yang dijual pun masih sederhana sehingga diperlukan pendampingan dan pembinaan agar lebih baik. Kemudian KUR juga harus diperbanyak dan lebih baik lagi sehingga UMKM dan konsumen sudah siap dengan digital,” ujar Bima.

Ia menambahkan, upaya pemerintah untuk menurunkan pajak PPh untuk UMKM menjadi 0,5 persen dalam kondisi sekarang selayaknya menjadi nol persen sehingga UMKM bebas pajak. Dengan demikian, mereka bisa bersaing dengan produknya yang lebih murah sehingga serapannya lebih bagus.

“Meningkatnya pendapatan pajak sebagai dampak teknologi digital ini perlu didukung dengan aturan-aruran teknis untuk menarik pajak dari e-commerce. Harapannya memang jangan sampai mereka yang berjualan di online dengan mereka yang di konvensional ada perbedaan dalam perlakuan pajak,” tutupnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here