BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dimasa sisa masa bakti DPR periode 2014-2019, masih ada 34 Rancangan Undang-undang (RUU) yang harus dibahas dalam masa persidangan ini. Ke 34 RUU ini sudah ditetapkan dalam Program legislasi nasional (Prolegnas).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam pidato di rapat paripurna pembukaan masa persidangan V tahun sidang 2018-2019 di gedung DPR, Senayan, Rabu (8/5/2019) menyatakan, RUU tersebut masih dalam tahap pembahasan pada pembicaraan tingkat I antara DPR dan pemerintah, baik RUU yang berasal dari DPR, pemerintah maupun yang datang dari DPD RI.

“Kita optimis, dengan komitmen bersama, Insyaallah akan lebih mudah untuk menyelesaikan RUU yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat,” katanya.

Meski demikian, beberapa RUU yang mendesak untuk diselesaikan menurut Ketua DPR ada 4. Yaitu, RUU tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, RUU tentang Perkoperasian, RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, serta RUU tentang Ekonomi Kreatif.

“Masih ada beberapa RUU yang macet pembahasannya lantaran pemerintah sampai saat ini tidak menyampaikan daftar inventarisasi masalah atau DIM,” kata Bamsoet.

Dibagian lain pidatonya, Ketua DPR juga menyatakan akan tetap melakukan fungsi pengawasan khususnya memasuki bulan puasa hingga lebaran nanti.

DPR kata Bambang meminta pemerintah untuk memastikan agar kebutuhan pokok selama bulan puasa dan lebaran tetap tersedia dengan harga yang stabil.

“Jika terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut dengan mengeruk keuntungan yang berlebihan sehingga merugikan masyarakat, hendaknya diambil tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata politikus Partai Golkar ini. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here