BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak semua pihak untuk bisa menahan diri pasca pemilihan umum (pemilu) yang baru lalu, dengan mengedepankan kenegarawanan dalam menyikapi proses penghitungan suara yang sedang berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sikap yang paling bijak adalah menunggu hasil penghitungan manual atau riil count yang dilakukan oleh KPU secara berjenjang mulai dari TPS, PPK, KPUD Kabupaten/Kota, KPUD Provinsi sampai penghitungan secara nasional di KPU,” kata Bambang saat berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2018-2019 di Gedung DPR RI, Rabu (8/5/2019).

Selanjutnya, jika dalam proses penghitungan suara tersebut terdapat pihak-pihak yang merasa keberatan atau dirugikan, Ketua DPR menganjurkan supaya menempuh prosedur dan jalur yang disediakan oleh UU dan konstitusi negara.

Menurut Bamsoet, pada saatnya nanti DPR perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh atas pelaksanaan pemilu serentak yang baru kita laksanakan.

“Berbagai pandangan masyarakat yang menginginkan pemilu mendatang dilaksanakan secara terpisah dan mengkaji kembali sistem pemilu yang lebih sesuai, perlu mendapat perhatian kita semua,” imbuh politisi Partai Golkar ini.

Bekas Ketua Komisi III DPR itu melihat, pelaksanaan pemilu 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 17 April telah berlangsung dengan sukses, aman dan damai. Apalagi partisipasi masyarakat yang datang ke TPS juga meningkat, lebih dari 85 persen.

“Dunia mencatat, untuk kesekian kalinya Indonesia masuk dalam barisan negara-negara yang matang dalam berdemokrasi,” katanya.

Terkait soal banyaknya petugas yang meninggal, Ketua DPR RI menyatakan rasa prihatin dan belasungkawa. Terhadap kejadian ini kata dia, harus segera dicari tahu penyebab dan solusinya.

Bamsoet mengingatkan, bukan hanya di Pemilu 2019 ini saja yang memakan banyak korban petugas penyelenggara. Saat pemilu 2014 yang tidak serumit sekarang, jumlah kematian petugas KPPS berdasarkan data KPU yang meninggal mencapai 144 orang dan tanpa santunan.

Ketua DPR pun mendesak pemerintah untuk segera merealisir pemberian santunan kepada keluarga korban maupun kepada mereka yang menderita sakit. Selain itu, DPR juga meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan pengkajian mengenai sebab musabab banyaknya petugas penyelenggara yang meninggal dunia dan mengalami sakit.

“Para korban jiwa itu adalah pahlawan demokrasi yang telah menjalankan tugas dengan tulus, sehingga mengorbankan jiwa dan nyawanya,” pungkas Bamsoet. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here