BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tiga orang terduga teroris yang terkait dengan kelompok Jaringan Ansharut Daulah (JAD) Lampung ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/5/2019) oleh Tim Densus 88 Antiteror, serta penangkapan di Tegal, Jawa Tengah, Minggu (5/5/2019) yang berujung pada tewasnya seorang teroris karena melakukan perlawanan.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi beritabuana.co, Senin (6/5/2019) menyampaikan bahwa DPR RI tetap berkomitmen dalam mendukung Pemerintah dalam pemberantasan dan pencegahan terorisme sesuai hukum positif yang berlaku.

“Kepolisian melalui Tim Densus 88 Antiteror bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk terus mengusut tuntas peristiwa tersebut dan melakukan pendalaman terhadap jaringan teroris terkait, serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat jaringan terorisme,” kata dia.

Kepolisian, lanjut Bamsoet sapaan politisi Partai Golkar itu, agar melakukan upaya untuk meningkatkan pengawasan dan memperketat penjualan bahan-bahan dasar kimia yang digunakan untuk membuat peledak/bom, serta meminta kepada penjual bahan kimia untuk aktif melaporkan apabila ada pihak yang membeli bahan peledak.

“Begitu pula Tentara Nasional Indonesia (TNI), agar memberikan dukungan kepada Polri dalam menumpas jaringan terorisme, serta mendorong BNPT untuk terus berkoordinasi dalam mengantisipasi pergerakan terorisme,” imbuhnya.

Bekas Ketua Komisi III DPR RI itu juga mendorong Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI (Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo 90 Korphaskas TNI AU), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Intelijen Kepolisian untuk terus meningkatkan kinerja dan kewaspadaan dengan mengantisipasi, mencegah serta menanggulangi pergerakan terorisme, terutama menjaga stabilitas keamanan jelang Hari Raya Idul Fitri 1440H.

“Mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berpartisipasi dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal serta melaporkan ke aparat kepolisian apabila mengetahui adanya potensi pergerakan terorisme dan radikalisme,” pungkas Bamsoet. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here