Pimpin Langsung Penggrebekan Miras, Kapolres Lumajang Temukan Vodka di Tong Sampah

by -

BERITABUANA.CO, LUMAJANG– Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban memimpin langsung patroli bersama 40 anggota Tim clCobra Polres Lumajang, Sabtu (4/5) malam. Pada saat kegiatan patroli tersebut Tim Cobra mendapat informasi penjualan miras disebuah toko ‘WAHYU’ yang berada di jalan Diponegoro menjual miras.

Tim Cobra kemudian bergerak ke rumah miras, di lokasi personel cobra dibagi menjadi 2 kelompok, 1 kelompok untuk mengecek toko dan 1 kelompok lainnya mengecek ke kebon atau halaman belakang toko. Didalam toko ditemukan sekitar 30 botol miras dengan berbagai jenis antara lain anggur kolesom, anggur merah, arak singaraja dengan kadar alkohol bervariasi dari 14 – 17 %.

Kemudian kelompok yang bergerak ke kebun belakang rumah menemukan satu dos miras jenis vodka yang disembunyikan di tong sampah. Kadar Alkohol Vodka 40 %, lebih tinggi dibanding kadar alkohol miras lainnya yang di sita.

Di Toko wahyu ada 74 botol miras yang diamankan. Kemudian tim cobra bergerak ke gudang penyimpanan miras yang berada di daerah jagalan dan disana menemukan 2 dos anggur kolesom dengan jumlah 24 botol yang belum sempat didistribusikan, ditempat ini juga diamankan 1 unit sepeda motor yamaha FIZ R mengingat sepeda motor tersebut sangat mencurigakan.

Dari plat nomor yang terpasang tidak sesuai dengan yang tertera di STNK dan juga tidak sama dengan yang tertera di BPKB semua berbeda. Adapun plat nomor yang melekat di motor tertera N 3926 ZF, di STNK tertera W 4754 PQ, dan di BPKB tertera W 4331 GO. Kemudian kendaraan tersebut diangkut ke Mapolres Lumajang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal mengatakan akan meningkatkan operasi miras menjelang bulan suci ramadhan.

“Saya akan tingkatkan operasi miras di wilayah lumajang. Saya ingin suasana bulan ramadhan tidak dinodai oleh pesta miras. Jajaran polsek juga saya perintahkan untuk melakukan hal serupa. Kapolres sudah memberikan contoh dengan memimpin langsung operasi miras. Jajaran polsek harus melakukan hal yang sama dan dipimpin langsung oleh para kapolsek,” kata Arsal.

“Saya himbau kepada masyarakat lumajang untuk menghindari pesta miras karena miras merupakan pemicu terjadinya kejahatan. Hal ini dikarenakan miras dapat menghilangkan rasionalitas kita sehingga dengan mudah berbuat kejahatan, karena perbuatannya sudah diluar kontrol dirinya sendiri,” sambung Arsal.

Ia lalu himbau juga kepada para kepala desa diwilayah lumajang untuk menugaskan satgas keamanan desa ( SKD ) agar membubarkan bila mengetahui adanya pesta miras yang terjadi diwilayahnya dan laporkan kepada kami bila melihat kelompok – kelompok yang melakukan pesta miras.

Amankan 9 Motor

Selain melakukan penggerebeken terhadap rumah miras, Kapolres Lumajang juga memimpin langsung kegiatan operasi motor bodong diwilayah Kota Lumajang. Total ada 9 motor yang diamankan karena tidak memiliki STNK dan juga tidak ada plat nomor kendaraan.

Selain itu ada juga motor yang nomor rangka dan nomor mesinnya sengaja dirusak. Beberapa motor terindikasi motor bodong karena terlihat nomor rangka dan nomor mesinnya sengaja dirusak untuk menghilangkan jejak pemilik sebenarnya.

Tim cobra dibawah komanda Kapolres Lumajang awalnya bergerak kearah pusat jajanan rakyat (PJR) disana tim cobra melakukan operasi dan penggeledahan terhadap anak-anak muda, dari situ tim cobra mengamankan sekitar 4 motor yang diduga bodong.

Selanjutnya tim cobra bergerak kearah taman toga yang, lokasi yang sering digunakan untuk pesta miras anak-anak muda. Dari taman kota disita 4 motor yang diduga Bodong. Setelah melakukan operasi di wilayah taman toga, tim cobra bergerak menyisir ke pinggiran kota.

Disaat melewati jalan Gatot Subroto, ada 2 orang pemuda yang sempat melarikan diri setelah melihat tim cobra lewat, kemudian dilakukan pengejaran dan tertangkap di dalam gang.

Pelaku tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraannya, sehingga kendaraan terpaksa diangkut oleh tim cobra menggunakan truck yang telah disiapkan. Selanjutnya tim cobra juga melakukan penyisiran ke wilayah timur yaitu jalan lintas timur (JLT) dan patroli ke pinggiran kota, namun disana tidak ditemukan adanya hal-hal yang mencurigakan.

“Saya ingin lumajang bersih dari motor bodong, saya akan lakukan operasi terus menerus baik dijalanan, dikampung-kampung, maupun datang kerumah-rumah penduduk. Buat saya tidak ada kompromi untuk motor bodong. mau itu motor bagus ataupun motor jelek, mau itu dimiliki pejabat, atau pengusaha atau dimiliki petani, Bagi saya motor hasil kejahatan tidak dapat dibenarkan. Tidak ada alasan pembenar terhadap sebuah kejahatan,” tegas Arsal

Arsal kemudian menyitir arti dari kitab suci Al-Qur’an. “Di Al-Qur’an pun jelas menuliskan kalau yang salah tidak bisa dikatakan benar, pada surat Al-Baqarah dikatakan Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya,” tutup Arsal. (Lmj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *