BERITABUANA.CO, JAKARTA – Di saat mayoritas rakyat Indonesia menjaga soliditas karena suara mereka dicurangi dalam Pilpres dan di saat Prabowo-Sandi, serta partai-partai peserta koalisi seperti PKS, PAN, dan Gerindra termasuk para tokoh pro demokrasi bahu membahu berjuang membuktikan bahwa secara realitas pemenang Pilpres adalah Prabowo-Sandi, AHY justru melakukan langkah yang mengindikasikan ketidakloyalan dengan melakukan aksi bertemu capres petahana Joko Widodo di istana beberapa hari lalu.

“AHY malah bikin panggung drama dengan ketemu Jokowi. Esensi drama itu adalah sinyal ancaman bahwa Demokrat bakal balik badan mendukung Jokowi. Publik tau ini karena Demokrat merasa keinginan mereka belum terpenuhi di kubu 02,” kata praktisi media yang juga wartawan senior Arief Gunawan, menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR Senayan, Kamis (3/4/2019).

Sebenarnya, lanjut Arief, manuver AHY ini nggak penting-penting amat untuk dikomentari. Karena publik sudah tau memang seperti itulah gaya politik kubu Cikeas. Kelak publik pula yang akan mencibir gaya politik mereka.

Esensinya gaya politik atau manuver politik kubu Cikeas selamanya hanya terdiri dari tiga hal. Pertama, pencitraan. Kedua, pencitraan, dan ketiga, pencitraan. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here