BERITABUANA, PEMBA – Ribuan orang di seluruh provinsi tempat tinggalnya di Mozambik mengawasi tanda penunjuk jika banjir telah surut, sementara pasokan makanan berkurang. Topan Kenneth meluluhlantakkan bangunan di Provinsi Cabo Delgado pekan lalu. topan memutus kabel listrik di Sekolah buat Guru Masa Depan di Parivos, merusak 11 gedung sekolah dan memutus jalan yang menghubungkannya dengan kota utama Pemba.

Setelah hampir satu pekan Topan Kenneth menerjang dengan angin mencapai kecepatan 280 kilometer per jam, pekerja bantuan mengatakan banyak daerah terpencil dan pulau kecil masih menunggu pasokan bantuan. Parivos dan sebanyak 80 staf serta pelajar yang tinggal di asrama terjebak di perguruan pendidikan guru tersebut di Kabupaten Quissanga.

Dari jendela pesawat kecil terlihat pulau berpasir putih yang dulu indah – di dekat Pantai Quissanga – telah mengalami kerusakan besar. Satu klinik kesehatan di pulau tersebut kelihatan seperti baru dibom dan sudah lama ditinggalkan, atapnya runtuh dan halamannya dipenuhi puing – kondisi yang lebih mirip lokasi yang baru saja menghadapi perang ketimbang bencana alam. Di satu desa di sebelah utara Pemba, bangunan terlihat rata dengan tanah dan tak memiliki atap, sementara harta warga bergeletakkan di tanah.

Topan Kenneth menerjang saat Mozambik masih berjuang menanggulangi dampak dari Topan Idai, yang memporakporandakan wilayah tengah negeri itu hanya enam pekan sebelumnya. Topan Idai menghancurkan Kota Pelabuhan Beira dan mengakibatkan banjir yang menghancurkan. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang di seluruh Mozambik, Malawi dan Zimbabwe.

Topan dan hujan lebat yang mengikuti Topan Kenneth memutus saluran komunikasi dan membuat pesawat serta helikopter tetap berada di darat. Satu pesawat milik Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tetap terbang ke Quissanga pada Selasa (30/4), namun hujan lebat menghentikan penerbangan pesawat lain.

Pada Rabu (1/5/2019), organisasi tersebut menerbangkan bantuan pertamanya – termasuk biskuit yang berenergi tinggi dan pasokan medis dari organisasi lai – ke Ibo, tempat topan telah menghancurkan hampir setiap rumah kayu di jalurnya dan mengoyak kulit pohon. Warga lokal menaikkan kotak ke truk dari satu bangunan di dekat landasan pacu bandar udara, “Ibo” tertulis di bagian luarnya. Pekerja bantuan dan warga lokal telah mulai melakukan pembersihan, namun keperluan di pulau itu masih sangat besar.

Pemerintah telah mengatakan 41 orang telah meninggal di Mozambik, namun jumlah korban jiwa diperkirakan bertambah saat petugas pemerintah dan lembaga bantuan mencapai lebih banyak daerah. Jumlah korban jiwa di Kepulauan Komoro telah naik jadi tujuh, dan lebih dari 234.000 orang telah menjadi korban di kedua negara tersebut. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here