BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kegaduhan pasca pemilu 2019 yang ditunjukkan dengan saling klaim kemenangan dari kedua pasangan capres-cawapres membuahkan kebingungan ditengah masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan Ari Nurcahyo, Direktur Eksekutif Para Syndicate saat berbicara dalam diskusi publik bertema “Demokrasi Siap Menang Siap Kalah dalam Pilpres 2019” yang digelar Kaukus Muda Indonesia atau KMI di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Nurcahyo menilai sudah sepatutnya para elit politik menunjukkan keteladanan dan jiwa sportivitas dalam menyikapi hasil pemilu 2019 .

“Saya harap elit politik kita bisa memberikan teladan yang baik pada masyarakatnya. Saat ini krisis terbesar kepemimpinan politik kita ada pada keteladanan. Sementara dalam kontestasi politik, jiwa sportivitas perlu dipupuk bersama dalam kehidupan yang demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, kedewasaan dan partisipasi politik yang sangat baik yang telah ditunjukkan oleh rakyat sebaiknya jangan dinodai dengan persepsi-persepsi yang dibangun di ruang publik seperti media sosial. Terkait dengan hasil pemilu, ia menyontohkan bahwa berdasarkan survei dari Litbang Kompas, sebanyak 82,4% koresponden menyatakan percaya dengan hasil resmi penghitungan suara oleh KPU yang akan diumumkan 22 Mei 2019 nanti.

“Artinya, siapapun yang menang atau kalah, perlu disepakati bersama menunggu hasil perhitungan resmi KPU,” cetus dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ikrama Masloman, Peneliti LSI berpendapat kalau keberadaan lembaga survey secara ilmu pengetahuan sudah mampu membantu lebih cepat. Selain itu adanya quick count juga sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya kecurangan.

“Survey itu sudah sangat teruji dan terbukti, tetapi kita juga harus menunggu bersama hasil KPU karena itu yang akan menentukan secara sah,” imbuhnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here