BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Stigma Lumajang sebagai ‘Kota Begal’ terdengar sampai ke pulau dewata, hal ini karena banyaknya orang-orang Lumajang yang bekerja di Bali sebagai pemandu wisata. Mereka ini bergabung dalam sebuah komunitas Lumajang-Bali Bersatu (LBB).

Seperti diketahui, kejadian begal dan pencurian sapi yang marak di Lumajang membuat mereka khawatir apabila membawa turis ke Lumajang, padahal mereka menyadari bahwa potensi wisata kabupaten Lumajang sangat bagus.

Ada Objek wisata B29 yang di kenal juga sebagai negeri di atas awan yang memiliki panorama yang sangat indah serta culture masyarakat tengger yang memiliki keunikan tersendiri. Disamping itu ada juga obyek wisata tumpak sewu yang di kenal sebagai niagaranya indonesia.

Persoalan keamanan menjadi persoalan utama yang membuat objek wisata ini kurang berkembang, hal ini dikarenakan pemandu wisata khawatir bila membawa turis ke Lumajang.

Kehadiran Tim Cobra Polres Lumajang yang mampu memutus mata rantai pencurian sapi dan mampu menekan kriminalitas seperti begal dan street crime, membuat para pemandu wisata mempunyai harapan untuk mengembangkan objek wisata di kota kelahiran mereka di Lumajang.

“Memang tugas saya sebagai kapolres menciptakan situasi keamanan di wilayah kabupaten lumajang,” kata Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban lewat keterangannya, Selasa (30/4/2019).

“Saya ingin Lumajang menjadi kota kecil yang damai dan aman, jangan sampai menjadi momok bagi masyarakat luar maupun warga lumajang sendiri oleh karena itu jajaran polres lumajang agar selalu memaksimalkan kinerjanya guna memberikan perasaan aman kepada masyarakat,” sambung Arsal.

Muhammad Khoiri, Ketua Komunitas Lumajang Bali Bersatu (LBB) memberikan apresiasi khusus kepada Tim Cobra Polres Lumajang.

“Saya atas nama komunitas LBB memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Rim Cobra polres lumajang. saya orang lumajang tapi selama ini saya khawatir membawa turis ke lumajang karena stigma kota lumajang sebagai kota begal sangat melekat stigma tersebut. Tapi sejak adanya tim cobra, kami merasakan lumajang menjadi sangat aman,” katanya.

“Hari ini saya berani membawa turis jepang satu keluarga untuk menikmati wisata di lumajang. mereka juga ingin ketemu tim cobra karena saat kami menyampaikan tentang pariwisata di lumajang, mereka browsing sendiri dan menemukan sepak terjang tim cobra yang katanya mampu menciptakan keamanan di lumajang,” tambahnya.

Pemberian penghargaan oleh komunitas LBB (pemandu wisata dari bali) kepada Kapolres dan Tim Cobra diberikan bersamaan kunjungan turis jepang ke Polres Lumajang pada hari Senin 29 April 2019.

Sita 17 Motor

Terpisah, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban melakukan penggerebekan kampung di Desa Kalidilem Kec Randuagung, Lumajang.

Penggerebekan dilakukan karena maraknya pencurian kendaraan bermotor. Menjelang bulan suci ramadhan menjadi alasan bagi Polres Lumajang untuk melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah di desa kalidelem kec. Randuagung. Sasarannya adalah motor yang tidak dilengkapi surat-surat kepemilikan kendaraan bermotor atau yang biasa di sebut “motor bodong”.

Kegiatan diawali dengan apel pagi di lokasi balai desa Kalidelem. Total ada 150 anggota Polres lumajang mulai dari perwira, bintara dan juga PNS Polri hadir dalam apel pagi.

Pemindahan apel pagi dari yang biasanya dilakukan di mapolres dipindahkan ke balai desa kalidelem karena adanya rencana penggerebekan kampung untuk menyisir motor-motor bodong.

Apel pagi yang di pimpin oleh Kapolres Lumajang, langsung membagi 3 kelompok dengan sasaran 3 dusun yaitu dusun krajan, dusun grojokan dan dusun Curah lapak. Masing-masing kelompok tersebut di pimpin oleh kasat Binmas, Kasat Lantas dan Kasat Narkoba, sedangkan Kasat Reskrim memimpin tim penindakan.

Hasil dari kegiatan hari ini, ditemukan ada 17 kendaraan yg tidak memiliki kelengkapan seperti STNK dan BPKB. Ada pula kendaraan yg ditemukan dalam keadaan Nomor Rangka dan nomor mesin yang sengaja dirusak. Hal ini berindikasi kepada kasus Kriminalita, oleh karena itu kendaraan tersebut

“Saya ingin memutus mata rantai pencurian kendaraan bermotor. kalau tidak ada peminat motor-motor bodong lagi, para pelaku curanmor juga akan berhenti sendirinya untuk curi motor. Dengan aksi kami ini, dapat mempersempit ruang gerak pelaku begal dan pencurian sepeda motor,” kata AKBP Arsal. (Lmj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here