BERITABUANA.CO, JAKARTA – Melihat banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mengalami kemalangan, baik sakit maupun meninggal dunia, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) telah melakukan penelitian kajian terkait kesehatan para petugas KPPS.

Usai memberikan sejumlah temuan kajian kesehatan petugas KPPS, Dekan FK UI, Ari Fahrial Syam kepada awak media di kantor KPU RI, Jakarta, Senin (29/04/2019), mengungkapkan bahwa selain adanya faktor petugas KPPS yang bekerja selama 24 jam, juga adanya tekanan psikis, faktor stress, dan faktor riwayat penyakit sebelum maupun saat menjalankan tugas pada Pemilu 17 April 2019.

Pertama, kata Arit adalah waktu kerja yang sudah melewati jam biologis manusia, mereka bekerja bahkan sampai 24 jam, kemudian juga kita melihat pemeriksaan kesehatan, artinya mereka sebagian ada yang sehat dan ada yang tidak (sehat).

Ketiga faktor stres yang tinggi dan faktor psikis yang tinggi, juga kondisi lingkungan kerja, karena biasa mereka berada di tenda-tenda, dimana juga penerangannya terbatas, udara yang terbuka.

“Jadi kondisi lingkungan, kondisi fisik dan kondisi waktu kerja yang berlebihan ini jadi satu hal yang akhirnya mereka jatuh sakit dan bahkan menyebabkan kematian,” papar dia.

Dengan adanya hasil temuan dari kajian kesehatan sejumlah petugas KPPS tersebut, Ari juga tak lupa memberikan sejumlah rekomendasi yang diharapkan nantinya dapat dipergunakan dalam menindaklanjuti kesehatan para petugas KPPS tersebut.

Dekan FK UI tersebut juga mengatakan selain pentingnya pemberlakukan pengcoveran untuk KPPS yang sedang melaksanakan tugas, para petugas KPPS juga diharaokan dapat didampingi oleh petugas medis, dengan melibatkan petugas medis dari Puskesmas.

“Jadi kedepannya, sebagai pelajaran perlu melibatkan Puskesmas, karena ada di semua daerah. Puskemas turut menjaga kesehatan para petugas KPPS, rekomendasi penanganan petugas KPPS yang mengalami sakit, dapat diberikan,” ujarnya.

Memang diakui Ari kalau pemilu 2019 ini bebannya berbeda karena memeriksa 5 surat suara sekaligus, beda dengan pilkada (pemilihan kepada daerah).

“Pilkada tidak seberat itu tapi perlunya ada antisipasi dari tim kesehatan. Rekomendasi juga bekerja sama asuransi BPJS sehingga kalo ada masalah kesehatan bisa dicover (melindungi),” pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga hari ini, Senin (29/04/2019) pukul 8.00 WIB, para petugas penyelenggara Pemilu yang tertimpa musibah telah mencapai 2.447 jiwa. Dari 2.447 tersebut, sebanyak 296 petugas KPPS yang meninggal dunia, dan 2.151 lainnya jatuh sakit, atau kecelakaan saat bekerja. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here