BERITABUANA.CO, MESIR- Dalam rangka penguatan kualitas Da’i dan Imam atau pemimpin umat islam di Indonesia yang mayoritas warga Nahdliyin, PBNU melalui Lembaga Dakwah PBNU mengirim 12 peserta ke Kairo Mesir. Mereka akan di gembleng selama 2 bulan bersam para dai dan imam dari seluruh dunia terkait bagaimana menjadi dai dan imam sebagaimana amanah Alquran dan teladannya Rasulullah SAW.

“Program ini adalah ‘follow up’ dari hasil kerjasama antara PBNU dan kampus Al Azhar Mesir pasca kunjungan Grand Syekh ke PBNU beberapa waktu lalu. Tujuannya agar konsep dakwah wasatiah yang ‘rahmatan lil alamin’ bisa terus disinergikan menghadapi pola dakwah yang ngawur dan radikal dari kelompok salafi dan wahabi yang terjadi di berbagai belahan dunia islam saat ini,” kata Wakil Ketua LD PBNU KH. Muhammad Nur Hayid yang menjadi ketua rombongan program dauroh dai pertama ke mesir ini.

Menurut Gus Hayid panggilan akrabnya pengasuh Pesantren Skill Jakarta ini, program ini akan dijadikan program unggulan PBNU dan LD PBNU khususnya dalam penguatan dakwah aswaja yang damai penuh rahmat ditengah dakwah penuh caci maki dan provokasi.

Pesertanya sendiri merupakan para dai dan imam yang sudah memiliki pengalaman berdakwah dan membina umat baik melalui pesantren atau majlis taklim selian syarat bisa berbahasa arab aktif dan imla serta hafal ayat-ayat alquran dan hadits yang terkait dakwah.

“Diharapkan setelah selesainya program ini, para peserta bisa melanjutkan kembali dakwahnya yang lebih aktual dan kontekstual dengan kebutuhan masyatakat dan umat. Sehingga dengan demikian, umat tidak akan lagi terkecoh kelompok ustad-ustad abal-abal yang hanya modal surban dan jubah yang baca Alquran saja masih belepotan dan nasrif saja tidak becus tapi berani menghina ulama dan caci maki ulama beneran yang sudah diakui umat,” tegas pengurus Komisi Dakwah MUI pusat ini

Gus Hayid menjelaskan, program ini dimulai dari awal Mei sampai akhir Juni 2019. “Jadi, syaratnya harus bisa bahasa arab lisan dan tulisan dan pengalaman jadi dai dan membimbing umat,” jelas Gus Hayid seraya menambahkan bahwa para pesertanya rata-rata doktor dan kandidat doktor.

“Ada juga para pengasuh pesantren selain dai tentunya,” tutup Gus Hayid.

Sementara itu, Ketua PBNU Kiai Abdul Manan menambahkan, program ini adalah program penguatan dakwah aswaja annahdiyyah yang menekankan Islam rahmatan alamin yang tujuan jangka panjangnya adalah menjaga NKRI dan menjadilan Islam di nusantara sebagai kiblat Islam di dunia karena sesuai dengan pesan alquran dan sunnah rasulullah SAW

“Sebab belakangan ini banyak yang mengaku paling islami dan membid’ahkan bahkan mengkafirkan orang lain serta mengajak kembali kepada Alquran dan sunnah, tapi praktiknya justru jauh dari akhlak rasulullah dan bahkan bertentangan dengan ajaran qur’an dan sunnah,” kata Kiai Manan.

Karenanya, lanjut alumnus Pondokan di Mekkah ini, para peserta dauroh dai dan imam tidak boleh setelah dari Mesir membiarkan model dakwah takfiri dan pembid’ahan di mana-mana.

Mempersatukan Umat

Alumnus program dauroh ini harus proaktif mendampingi dan membimbing umat dari aqidah dan ajaran menyesatkan yang bukannya mempersatukan umat islam sebagaimana amanah alquran dan sunnah tapi justru memecah belah umat.

Sementara itu, Sekjen LD PBNU kiai Bukhori Muslim menambahkan, program ini akan dilanjutkan di tahun-tahun mendatang dengan peserta yang lebih selektif. Sebab, Pemerintah Mesir dan Al Azhar sudah mempercayakan program ini salah satunya kepada PBNU yang dinilai satu haluan dalam pengembangan dan penguatan islam wasatiah dalam menghadapi deras dan kuatkan islam fundamentalis dan ekstrimis yang cenderung melahirkan kelompok-kelompok yang mudah mengkafirkan orang lain dan menhalalkan darah bagi yang berbeda pandangan dengan kelompoknya.

“Tahun ini kita sudah menseleksi 43 peserta, yang akan mengikuti program ini selama setahun dengan 3 kloter. Tahun depan PBNU melalui LDNU diminta menyiapkan 100 peserta lagi, selain dauroh-dauroh yang lain, seperti dauroh Ifta, dauroh allughoh alarabiyah dan lainnya,” tegas Dosen UIN Jakarta ini. (Msr)

Gus Hayid (pakai jas) saat memberikan pembekalan di LD PBNU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here