Masih segar ingatan kita beberapa waktu lalu ada klaim bahwa seni budaya yang sudah sangat populer dan hidup di tengah masyarakat kita diakui oleh negara tetangga. Ada banyak reaksi dan kecaman yang muncul saat itu sampai pada taraf emosional. “Ada beberapa kondisi yang dihadapi oleh warisan budaya kita, salah satunya adalah terancam punah dan warisan budaya yang ada juga rentan diklaim oleh negara lain,” ujar Edy Junaedi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, saat membuka Festival Warisan Budaya Tak Benda  (WBTB) Provinsi DKI Jakarta 2019, Sabtu (26/4).

“Nah, kurangnya pelestarian Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB ini akan berdampak pada hilangnya identitas sebagai bangsa yang berkebudayaan yang di dalamnya terkandung nilai dan makna yang luhur,” tambah Edi.

Festival WBTB yang berlangsung di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, berlangsung selama tiga hari sampai hari Minggu (28/4) malam. Sepanjang hari masyarakat disuguhkan berbagai seni dan pertunjukkan Betawi, seperti gambang kromong, tanjidor, hikayat betawi dan sebagainya. Juga ada permainan tradisional anak Betawi yang sudah dimasukkan dalam WBTB, seperti Caca Gulali, Cici Putri dan Tutuk Geni, yang saat ini sedang digalakkan kembali kehadirannya dalam kehidupan anak-anak.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sendiri sejak tahun 2013 sudah mengikuti program Pencatatan dan Penetapan WBTB melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sampai 2018 lalu tercatat sudah 41 jenis yang sudah ditetapkan sebagai WBTB. Tahun 2019 ini Pemda DKI berupaya mencatatkan 31 jenis WBTB lainnya. Edy Junaedi menambahkan bahwa Program WBTB didasarkan pada amanat UUD 45, pasal 32, bahwa pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Bahwa usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan peradaban, budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru yang memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. (syd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here