BERITABUANA.CO, JAKARTA- Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH. Muhammad Nur Hayid atau Gus Hayid memimpin rombongan Da’i dan Imam di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Rombongan Da’i dan Imam yang ikut ada sebanyak 12 orang. Mereka akan mengikuti pendidikan dan pelatihan kilat (tadribut du’at) di Al-Azhar Kairo, Mesir.

Sebelum berangkat, mereka yang tergabung dalam gelombang pertama ini lebih dahulu mendapat pembekalan dari Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Pembekalan dilakukan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

Gus Hayid mengatakan, sebanyak 12 dai yang hari ini diberikan pembekalan merupakan peserta yang telah mengikuti penyeleksian yang diadakan oleh lembaganya, dari mulai seleksi lisan, tulis hingga persoalan ke-NU-an.

“Jadi yang dikirim itu dai-dai yang terpilih untuk dikuatkan kembali ke-NU-annya, (dan nanti) di Al-Azhar untuk peningkatan keilmuan,” kata Gus Hayid.

Pengasuh Ponpes Skill ini menjelaskan, pembekalan yang berisi penguatan kembali tentang ke-NU-an ini agar seusai mengikuti pelatihan di Al-Azhar Kairo, Mesir, para dai tetap memegang teguh ke-NU-annya, bahkan lebih kuat.

“Jadi berangkat sudah NU, pulang semakin kuat, belain NU, dan Indonesia, terutama Islam Nusantara,” ucapnya.

Hal itu sebagaimana ulama-ulama NU dulu, seperti Hadratusyyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Said Aqil Siroj yang belajar ke Timur Tengah, tetapi ketika pulang ke Indonesia tidak membawa paham-paham yang tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia. Mereka tetap mempertahankan identitasnya sebagai orang Islam Indonesia.

“Jadi jangan sampai paham-paham (selain NU) di bawah ke sini,” tegas Gus Hayid yang langsung memimpin ke Al-Azhar Kairo, Mesir pada 27 April 2019.

“Mereka akan mengikuti pendidikan dan pelatihan kilat tersebut selama dua bulan,” tutup Gus Hayid. (Lmj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here