BERITABUANA, ABIDJAN – Ke misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Mali, Pantai Gading akan menambah empat kali lipat jumlah pasukannya menjadi 800. Demikian Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara, sehingga menjadikannya salah satu kontributor utama di misi tersebut.

Di Mali, batalion beranggotakan 650 prajurit akan bergabung dengan 150 tentara Pantai Gading lainnya. Situasi keamanan di Mali kian memburuk dalam beberapa tahun terakhir akibat serangan oleh kelompok gerilyawan, yang berafiliasi dengan Alqaida dan ISIS serta bentrokan antaretnik.

Terjadi kerusuhan yang telah mengacaukan seluruh wilayah Sahel di Afrika Barat. Saat tentara nasional, komando Barat dan misi PBB yang terdiri atas 15.000 tentara di Mali, yang dikenal MINUSMA, gagal mempertahankan kendali.

Pada 2013, MINUSMA dibentuk setelah pemberontakan garis keras di wilayah utara tahun sebelumnya. Di tengah maraknya kekerasan, MINUSMA menjadi misi PBB paling mematikan, dengan hampir 200 anggota terbunuh, kebanyakan dalam pertempuran.

Kekuatan Barat, yang dipimpin Prancis, juga menyiapkan dana bagi pasukan regional yang disebut G5 Sahel, yang terdiri atas tentara Mali, Niger, Burkina Faso, Chad dan Mauritania, untuk memerangi gerilyawan.

“Kita harus mempererat kerjasama keamanan dan terus memberikan arahan kepada G5 Sahel serta resolusi krisis di Libya, yang berkontribusi besar terhadap ketidakstabilan di negara-negara tetangga seperti Niger, Mali, Burkina Faso dan seterusnya,” kata Ouattara kepada awak media. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here