BERITABUANA.CO, DENPASAR – Anggota MPR RI Bambang Sadono menyambut baik acara debat Konstitusi MPR yang bertujuan untuk memotivasi para calon penegak hukum agar mereka mempunyai lebih banyak referensi ketatanegaraan.

Hal itu disampaikan Bambang Sadono dalam acara penyelenggaraan Debat pro Kontra Konstitusi MPR putaran terakhir di Denpasar, Bali, Sabtu (27/4/3029).

Acara tersebut mangangkat tema-tema “Titik Berat Pelaksanaan Otonomi Daerah di Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota sebagai Wilayah Administratif”, “Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Jndependen dalam Pemilu”, “Sistem Proporsional Tertutup dalam Pemilu Legislatif”, “Penghapusan Ketentuan Tertutup Pembatasan Masa Jabatan Wakil Presiden”, “Penegasan keanggotaan DPD harus berasal dari non anggota partai politik” dan “Penghapusan ketentuan Parliamentary Threshold”.

Debat ini diikuti oleh empat perguruan tinggi di Denpasar Bali yakni Universitas Udayana, Universitas Mahendradata, Universitas Mahasaraswati dan Universitas Pendidikan Ganesha.

Bertindak sebagai dewan juri dalam kegiatan ini adalah Pimpinan dan Anggota Badan Kajia MPR. Hadir pada kesempatan ini Ketua Badan Kajian MPR Dr. Delis Jukarson Hehi, Martin Hutabarat, Prof. Hendrawan Supratikno, Bambang Sadono dsn Prof. Farouk Muhammad.

Puncak acara Debat Konstitusi MPR akan dilaksanakan bertepatan pada peringatan hari ulang tahun MPR pada bulan Agustus 2019 mendatang, jelas Yana Indrawan Kepala Biro Kajian MPR RI di sela-sela acara. Yana menambahkan,Kedalaman sangat penting ketika masing masing tim tidak hanya mengungkap permukaan.

“Konsistensi juga diperlukan, sampaikan gagasan-gagasan baru dan signifikan. Keluasan juga diperlukan oleh masing masing peserta debat,” demikian dijelaskan Yana Indrawan, Karo Kajian MPR RI. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here