BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jumlah pengangguran di sejumlah daerah di Indonesia masih tinggi seperti di Bekasi mencapai 172.000 orang, di Sukabumi mencapai 13.000 orang, di Banjarmasin 8000-an orang, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Tegal meningkat 1,12 persen.

Karenanya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam pernyataan yang diterima redaksi beritabuana.co, Rabu (24/4/2019) mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk melakukan kajian dan evaluasi terhadap sistem pendidikan dan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia, agar siswa/i yang baru tamat SMA/SMK maupun tamat Perguruan Tinggi dapat membentuk kompetensi diri dalam kesiapan menghadapi kemajuan zaman dan teknologi, sehingga dapat memiliki pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki (link and match)

“Kemendikbud agar melakukan upaya-upaya yang diperuntukkan bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar dapat mengembangkan kemampuan diri dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), sehingga mereka dapat menentukan bidang ilmu yang sesuai dengan kemampuan diri dan dapat memiliki pekerjaan atau menciptakan inovasi dalam membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Kemendikbud agar memperbanyak sekolah kejuruan yang lulusannya siap untuk bekerja dan mengembangkan pendidikan vokasi berorientasi industri yang berbasis pada potensi lokal.

Ketua DPR juga mendorong Kemenaker untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai bagi tamatan sekolah SMA, SMK, maupun Perguruan Tinggi (PT) agar mereka memiliki pendapatan yang layak dan juga berpeluang untuk dapat bekerja pada sektor formal maupun informal.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar membuat program-program pelatihan kerja yang bisa meningkatkan kemampuan masyarakat di Indonesia agar dapat bekerja sesuai dengan kapabilitas masing-masing orang,” tambahnya.

Kemenpora juga diminta melakukan sosialisasi terkait pentingnya kompetensi diri ke sekolah-sekolah, agar generasi muda di Indonesia memiliki tingkat intelegensi yang tinggi dan kemampuan yang tidak mudah tergantikan oleh teknologi.

Kemnaker agar meningkatkan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh provinsi di Indonesia serta memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan untuk mendapatkan pembekalan dan pelatihan, guna membuka peluang usaha yang sesuai dengan keahlian masing-masing.

Kemnaker, Pemerintah Daerah (Pemda), beserta perusahaan-perusahaan untuk membuka Job Fair secara berkala, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki jumlah pengangguran yang tinggi, sehingga dapat menyaring dan memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memiliki kemampuan yang diperlukan oleh perusahaan.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) dan Perbankan memberikan penyuluhan, pelatihan, dan motivasi kepada penganggur muda untuk membuat usahanya sendiri, sehingga tidak bergantung atau mencari pekerjaan yang ada di pemerintahan ataupun swasta, serta membantu memfasilitasi peminjaman permodalan bagi masyarakat dalam membuat dan mengembangkan usahanya.

“Mengimbau masyarakat, terutama bagi orang tua, agar mendukung dan membantu mengarahkan anaknya sesuai dengan bakat dan keinginan anak, agar anak serius dalam belajar serta memiliki semangat dalam menghadapi kemajuan Iptek,” demikian Ketua DPR. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here