BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemilihan umum(pemilu) serentak yang baru saja dilaksanakan diminta untuk dievaluasi. Keserentakannya itu ternyata membuat pekerjaan lebih berat dan rumit, sehingga berpotensi memicu permasalahan.

“Saya sependapat dengan para pihak yang mengusulkan adanya evaluasi pemilu serentak ini, meski kemarin relatif berjalan sukses, tetapi tidak ada salahnya mengadakan evaluasi,” kata pengamat dan penggiat Hak Asasi Manusia Adilsyah Lubis menjawab beritabuana.co di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Menurut dia, pemilu pemilihan presiden (pilpres) bersamaan dengan pemilihan legislatif (pileg) seperti pada hari Rabu (17/4/2019) lalu telah menambah beban dan membuat pekerjaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertumpuk. Perhitungan rekapitulasi suara yang berjenjang semakin lama dan otomatis menguras tenaga dan energi.

Karena itu Adilsyah mengusulkan, sebaiknya jadwal pelaksanaan pilpres dan pileg dipisahkan.

“Tetapi yang dimaksud dipisah ini adalah beda bulan, bukannya beda tahun. Misalnya pilpres bulan Januari, maka pileg bisa pada bulan Maret, tapi pada tahun yang sama,” usulnya.

Dalam kaitan ini, dia menyarankan evaluasi pelaksanaan pemilu serentak sudah bisa dibicarakan oleh masyarakat. Namun, sudah bisa mulai dirancang programnya, mulai dari awal pemerintahan baru nanti. Dengan demikian kata Adilsyah, hasilnya akan lebih baik karena evaluasi telah dilakukan jauh hari.

Terkait soalnya semakin banyaknya petugas pemilu 2019 meninggal dunia, Adilsyah mengaku prihatin. Dia tidak menyangka, sampai ratusan orang petugas di lapangan meninggal dunia akibat kelelahan mengurus pemilu tersebut.

“Ini juga menjadi alasan kuat untuk mengevaluasi pemilu serentak, petugas yang meninggal karena beban pekerjaan berat, kita prihatin sekali sampai ada korban jiwa,” ujarnya.

“Kejadian ini patut menjadi pelajaran, petugas KPPS sebaiknya sebelum diterima, di general check up dulu kesehatannya. Jangan sampai kecolongan kayak sekarang ini,” kata Adilsyah lagi. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here