BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pengamat dan penggiat hak asasi manusia Adilsyah Lubis memperkirakan tidak akan ada kekacauan di dalam negeri pasca pengumuman hasil perhitungan suara pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meski nanti hasil yang diumumkan KPU berbeda dengan klaim calon presiden (capres) Prabowo Subianto, diyakini kondisi politik tetap stabil.

“Mungkin akan ada keresahan di masyarakat, tetapi itu tidak lama atau hanya sebentar, setelah itu biasa-biasa lagi,” kata Adilsyah menjawab beritabuana.co di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Seperti diketahui, suhu politik cenderung memanas setelah capres Prabowo Subianto mengklaim kemenangannya dalam pemilihan presiden ini. Kubu Prabowo tidak mempercayai hasil perhitungan cepat atau quick count oleh sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon Jokowi-Maruf Amin dengan perolehan suara mencapai 55 persen, dan pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh suara 45 persen.

Suhu politik semakin memanas karena pendukung atau relawan kedua kubu sudah saling merayakan kemenangan capres masing-masing. Pada hal, secara resmi pemenang pilpres baru akan diumumkan oleh KPU pada tanggal 20 Mei nanti, karena sampai sekarang masih terus dilakukan rekapitulasi perhitungan suara secara nasional.

Melanjutkan pernyataannya, Adilsyah meyakini masyarakat tidak akan mudah terprovokasi oleh ucapan-ucapan elit politik yang cenderung memanaskan situasi. Masyarakat kata dia lagi, sudah pahan betul bahwa semua proses pilpres itu ada mekanismenya dan tidak bisa dilanggar.

“Saya kira masyarakat sudah semakin kritis dan cerdas, termasuk menyikapi pilpres ini,” kata Adilsyah seraya menambahkan bahwa masyarakat lebih menunggu hasil perhitungan suara resmi yang dilakukan oleh KPU.

Karena itu juga menurut Adilsyah, langkah Prabowo mengklaim dan mendeklarasikan kemenangannya akan menjadi bahan tertawaan dan guyoan saja.

“Guyonan saja atau olok-olokan terutama di media online,”tukasnya. Adilsyah kembali mengharapkan, sebaiknya semua pihak patuh dengan keputusan KPU karena lembaga ini merupakan penyelenggara pemilu yang dibentuk berdasarkan Undang-undang.
“Kita percaya KPU adalah lembaga independen dan bekerja profesional,” ujarnya. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here