BERITABUANA, CIANJUR – Cerpenis Pipiek Istianti dari Kudus, Jawa Tengah, tampil sebagai pemenang pertama Kategori B – dikhususkan untuk mahasiswa, guru, dosen, dan umum – Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB), Genre Sastra Hijau bertema “Merawat dan Melestarikan Bumi Kita Satu-satunya”. Cerpen Pipiek berjudul ‘Daun Tebu Keemasan’ berhadiah uang tunai Rp 5.000.000,00 + ICLaw Green Pen Award. Lomba yang digelar ICLaw bekerjasama dengan Rayakultura itu diumumkan di Villa Fahmi Idris, Desa Cimacan, Jalan Raya Cibodas, Kampung Rarahan, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Senin (22/4/2019). Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia dan kepedulian kondisi bumi yang semakin menderita.

Yeni Fatmawati Fahmi Idris selaku pemangku ICLaw menjelaskan gerakan sastra hijau adalah salah satu gerakan untuk melestarikan alam dengan pena. Dengan gerakan menulis ini diharapkan akan menjadi pemicu semangat anak-anak Indonesia dan juga masyarakat Indonesia dalam menjaga alam yang merupakan rumah kita satu-satunya dan kondisinya kini semakin menderita dampak dari ulah manusia eco-vandalism. “Jika kerusakan Bumi makin parah tak ada lagi planet yang memadai sebagai penggantinya. Maka, Bumi dan lingkungan wajib kita lestarikan, eksistensi dan fungsinya. Inilah yang mendorong kami menggelar Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi Genre Sastra Hijau ini. Kami meyakini bahwa tujuan lomba ini untuk menanamkan, meningkatkan dan menyebarkan wacana tentang pentingnya menjaga, merawat dan memelihara bumi sebagai tempat tinggal kita bersama,” kata Yeni.

Kritikus Sastra Maman S Mahayana yang juga menjadi juri kehormatan LCCCB mengatakan problem alam dalam sastra Indonesia sangat kurang sekali. Padahal, sastrawan Indonesia kita paling akrab dengan lingkungan dan ampir puisi Indonesia bersentuhan dengan alam. “Alam menjadi sesuatu yang hidup. Namun sekarang sudah tidak ada. Saya merasa penawaran menjadi juri ini pucuk di cinta ulam pun tiba. Saya optimis usai membaca cerpen-cerpen hasil karya para peserta. Alam menjadi saudara mereka dan para penulis mewakili potret masalah mereka,” tutur Maman.

Ketua Panitia Pelaksana LCCCB, Naning Pranoto, mengaku surprise dengan jumlah naskah cerpen yang masuk ke panitia. Dalam waktu 3 bulan panpel menerima sebanyak 1.659 judul dari 1.012 peserta dengan rincian kategori A sebanyak 597 judul dan kategori B sebanyak 1.062 judul. “Jadi, omong kosong orang Indonesia malas menulis. Dalam satu setengah bulan ini kami menerima lebih dari 1.600 cerpen. Ini luar biasa boleh dikatakan melebihi target dan ekspektasi kami. Semoga melalui kegiatan sastra ini kecintaan kepada alam akan semakin meningkat,” kata Naning. (Daf)

Para pemenang cerpen LCCCB ICLaw Green Pen Award 2019:

Kategori A
Pemenang Utama
Pemenang I
Judul Cerpen AKU DAN BUMIKU
Karya Elviani Anggratama – SMA Dhammasavana Jakarta Barat – DKI Jakarta
Hadiah : Uang Tunai Rp 2.000.000,00 + ICLaw Green Pen Award
Pemenang II
Judul Cerpen SELAMAT ULANG TAHUN
Karya Febi Imanuela – SMA Don Bosco 2 Pulomas – Jakarta Timur
Hadiah : Uang Tunai Rp 1.500.000,00 + Piagam ICLaw Green Pen Award
Pemenang III
Judul Cerpen BOTOL KUNING
Karya Ega Putra Siregar – SMA 6 Jakarta – DKI Jakarta
Hadiah : Uang Tunai Rp 1.000.000,00 + Piagam ICLaw Green Pen Award
Tiga (3) Cerpen Unggulan Terpilih
1. Judul Cerpen WAJAH IBU
Karya Kadek Lia Meliana – SMA Laboratorium Undiksha Singaraja – Bali
2. Judul Cerpen TANGISAN LAUT BIRU
Karya Lulu RisyaSalsabila – SMA 7 Tambun Selatan Bekasi – Jawa Bara
3. Judul Cerpen BOOMERANG TAKDIR
Karya Sindi Oktaviani – SMAN 1 Purwokerto – Jawa Tengah

Kategori B
Pemenang Utama
Pemenang I
Judul Cerpen DAUN TEBU KEEMASAN
Karya Pipiek Istianti, Kudus – Jawa Tengah
Hadiah :Uang TunaiRp 5.000.000,00 + ICLaw Green Pen Award
Pemenang II
Judul Cerpen BELAJAR MENCINTAI BUMI KEPADA NENEK
Karya Abd.Warits, Sumenep – Madura
Hadiah : Uang Tunai Rp 3.500.000,00 + Piagam ICLaw Green Pen Award
Pemenang III
Judul Cerpen LANAI
Karya Nabila Shasha, Pekanbaru – Riau
Hadiah : Uang Tunai Rp 1.500.000,00 + Piagam ICLaw Green Pen Award
Sebelas (11) Cerpen Unggulan Terpilih
1. Judul Cerpen KOHLERBOOM
Karya Ayi Jufridar – Banda Aceh
2. Judul Cerpen LALIE DJIWO 1903
Karya Yudho Sasongko, Kedungringin Beji Pasuruan – JawaTimur
3. Judul Cerpen JANJI KEPADA MAMAKWE
Karya Susana Srini, Ambarawa – Jawa Tengah
4. Judul Karya PETUAH
Karya Heri Nurdiansyah, Padalarang – Jawa Barat
5. Judul Cerpen MEMOAR PULAU PISANG
Karya Sulfiza Ariska – Yogyakarta
Hadiah Uang Tunai Rp 750.000,00 + Piagam ICLaw Green Pen Award
6. Judul Cerpen HUJAUKAN SUMBAKU
Karya Efrem Dedi Keiku, Banjarbaru – Kalimantan Selatan
7. Judul Cerpen HUTAN YANG TERLARANG
Karya Penggi Yunizal, Payakumbuh – Sumatera Barat
8. Judul Cerpen KEMATIAN MBAH INGAS
Karya Ki Sudadi, Wadaslintang Wonosobo – Jawa Tengah
9. Judul Cerpen KERESAHAN BAUHINIA
Karya Wijiati Supari, Hong Kong
10. Judul Cerpen LAUT ITU RUMAH KAMI
KaryaYersita, Sungailiat Bangka – Bangka Belitung
11. Judul Cerpen PLADU
Karya Hanifah Hikmawati, Ngembak Ngawi – JawaTimur

* Masing-masing untuk 3 cerpen unggulan kategori A dan 11 cerpen unggulan kategori B mendapat Hadiah Uang Tunai Rp 750.000,00 + Piagam ICLaw Green Pen Award.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here