BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nusantara Bangkit dibawah pembinaan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko mendorong terciptanya situasi yang kondusif pasca pencoblosan Pemilu 2019, hingga menunggu hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini.

“Jangan sampai masyarakat kita menjadi terbelah dengan hasil hitungan cepat atau quick count itu. Karena sebagian mengakui dan ada juga yang tidak mengakui perhitungan quick count. Padahal, sesungguhnya QC merupakan metodologi ilmiah yang beberapa tahun belakangan ini di setiap perhelatan pesta demokrasi, tingkat akurasinya mencapai 99 persen. Ya kalo kalah terima jangan diputar validkan, Indonesia punya negara yang beraneka ragam budaya, agama, dan bahasa,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Nusantara Bangkit, Ivan PP, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (22/04/2019).

Menurutnya, kondisi masyarakat Indonesia pasca pencoblosan Pilpres 2019 yang di gelar Rabu 17 April 2019 lalu, kitab terbelah. Hal itu dikarenakan klaim sepihak dari kubu paslon Capres 02, yang menyatakan pihaknya memperoleh suara terbanyak dan menjadi pemenang pilpres 2019. Berdasarkan hasil perhitungan internal mereka.
Meski demikian, pihaknya menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan meminta tidak terpecah belah dengan perbedaan hitungan tersebut. Sebab, secara konstitusional yang paling berhak menentukan keabsahan jumlah suara adalah hasil perhitungan KPU.

“Nusantara Bangkit tidak terjebak dan tidak larut dalam persoalan kesimpangsiuran Quick Count. Sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) di bawah Ketua Dewan Pembina Jendral TNI (Purn) Moeldoko. Kami akan taat konstitusi, dan kami tetap menunggu hasil keputusan KPU, sesuai dengan tahapan pelaksanaan Pemilu tahun ini,” kata Ivan yang merespon klaim kemenangan pasangan Capres dan Cawapres 02, Prabowo-Sandiaga Uno. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here