BERITABUANA.CO, JAKARTA–Pemilihan Umum (Pemilu) serentak  untuk memilih Presiden dan Wakilnya, anggota DPR,  DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota usai digelar, pada Rabu (17/4/2019) lalu bisa dibilang berjalan damai, tertib, aman dan lancar. Untuk itu, Ketua umum  Perkumpulan Masyarakat Profesional NU (NU-Circle) Gatot Prio Utomo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada semua pihak yang telah berperan atas suksesnya penyelenggaraan Pemilu tersebut.

“Apresiasi saya sampaikan pada seluruh rakyat Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam Pemilu 2019,” kata Gatot Prio Utomo di Jakarta, Senin (22/4/2019). Ia menyebutkan, sedikitnya  80,90 persen dari total 192.828.520 pemilih  yang tersebar di dalam maupun luar negeri, menyampaikan hak suaranya. Dia juga menyampaikan penghargaannya, pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta jajarannya, termasuk PPK, PPS dan KPPS, Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) serta jajarannya, dan seluruh lembaga/organisasi pemantau pemilu.

Tak lupa Ketua umum NU-Ciecle itu, mengucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri yang telah memberikan jaminan rasa aman, pada seluruh tahapan Pemilu. Walau begitu, dikemukakan Gatot Prio Utomo,  NU-Circle tetap terus mencermati dinamika pascapencoblosan yang berkembang di masyarakat luas. Terkait hal itu, Sekretaris jenderal (Sekjen)  NU-Circle Abdullah Baidlowi menyatakan, ada tujuh butir pernyataan sikap yang disampaikan NU-Circle.

Pertama, semua pihak agar menghormati setiap proses dan tahapan Pemilu dengan mempercayakan prosesnya kepada KPU sebagai lembaga resmi negara yang bertugas menyelenggarakan Pemilu dan BAWASLU sebagai lembaga resmi negara yang mengawasi penyelenggaraan Pemilu. Kedua, semua pihak agar berperan aktif bersama-sama mengawal proses penghitungan suara di semua tingkatan mulai dari TPS, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga ke KPU Pusat.

Ketiga, semua bentuk kecurangan yang ditemukan dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu harus ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku. Keempat, Kami menghargai proses quick count yang memanfaatkan metodologi ilmiah serta norma-norma yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, sebagai sebuah ikhtiar dari para intelektual dan professional guna mengetahui hasil Pemilu secara lebih cepat dan akurat.

Kelima, kami meyakini hasil quick count yang dilakukan secara benar dapat menjadi salah satu referensi terpercaya untuk memprediksi hasil Pemilu. Akan tetapi hasil resmi tetaplah mengacu kepada penghitungan real count yang dilakukan oleh KPU. Oleh karena itu kami menghimbau agar semua pihak bersabar menunggu penetapan resmi KPU.

Keenam, selama menunggu penetapan oleh KPU, agar para elit partai politik, tim sukses dan pendukungnya tidak memberikan pernyataan yang mengganggu kondusifitas proses pelaksanaan penghitungan suara serta menghentikan seluruh bentuk provokasi, saling klaim dan penggiringan opini yang berpotensi meresahkan masyarakat luas.

Ketujuh, mengimbau kepada masyarakat luas terutama intelektual dan professional untuk ambil bagian dalam upaya merekatkan tali silaturahmi, membangun semangat persatuan dan persaudaraan, melanjutkan karya dan menorehkan prestasi untuk kemajuan serta kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here