BERITABUANA.CO, JAKARTA–Presiden Jordan Medical Aid For Palestinians (MAP), Prince El Hassan Bin Talal, meresmikan klinik bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk pengungsi Palestina di Yordania.

“Klinik mata dan klinik telinga hidung dan tenggorokan (THT) ini merupakan salah satu bantuan dari masyarakat Indonesia yang diamanahkan melalui BAZNAS. Alhamdulillah bantuan kita diresmikan langsung oleh Prince Hassan,” kata anggota BAZNAS, Irsyadul Halim dalam keterangannya usai peresmian di Al Talbiyeh Camp, Distrik Jizah, Yordania yang diterima di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Hadir dalam peresmian Duta Besar RI untuk Yordania dan Negara Palestina, Andy Rachmianto serta sejumlah pejabat Kerajaan Hasyimiyah Yordania dan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO). Sementara, Irsyadul Halim didampingi Manajer Penghimpunan Digital BAZNAS, Hafiza Elfira Novitariani.

Irsyad menjelaskan, lebih dari dua juta warga Palestina menjadi pengungsi di Yordania. Mereka tersebar di beberapa titik lokasi yang dikelola lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didedikasikan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan bagi pengungsi Palestina.

“Mereka tinggal dengan bantuan yang diberikan oleh lembaga-lembaga kemanusiaan. Yordania sebagai negara dengan jumlah pengungsi Palestina terbanyak, juga memiliki lembaga untuk memberikan bantuan bagi program-program sosial, khususnya untuk pengungsi Palestina. Institusi ini bernama Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO),” ucap Irsyad.

Ia menambahkan, BAZNAS memberikan bantuan bagi pengungsi Palestina dalam bentuk penyaluran dana zakat sebesar 150.000 dolar AS melalui JHCO dan 150.000 dolar AS melalui UNRWA pada 2018. “Kini beberapa program telah diimplementasikan seperti bantuan obat-obatan dan sarana pendidikan bagi anak-anak pengungsi Palestina,” kata Irsyad.

Lokasi bantuan BAZNAS berada di empat tempat pengungsian di Yordania yang dikerjasamakan dengan JHCO yaitu, Hettien Camp yang dibangun pada 1968, berlokasi di Provinsi Zarka dan ditinggali oleh 54.876 pengungsi. Para pengungsi tidak memiliki pendapatan yang cukup, sehingga sangat bergantung pada bantuan dari luar. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here