BERITABUANA.CO, JAKARTA – Bravo Radio mengibarkan radio internetnya mendapat durian runtuh saat dapat bersinergi dengan situs independen ‘Jurdil2019’. Bravo sangat merasa terpanggil untuk menyiarkan secara live perkembangan pemilu presiden secara jujur dan adil sesuai keinginan masyarakat Indonesia yang berpartisipasi dalam menggunakan haknya memilih calon preaiden dan wakil presiden.

“Ya, kami benar-benar terpanggil, dan memang harus ikut. Kita harus mengajarkan masyarakat memilah dan memilih mana yang benar dan mana yang tidak benar,” kata CEO Bravo Radio, Moch. Sukarna dibilangan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019) sore.

Sebelumnya, aku Sukarna, ia dan kru juga sama sekali tak menyangka kalau akan menjadi viral. Tapi memang semua kehendak Tuhan yang menunjukan bahwa informasi Bravo Radio ini yang dibutuhkan masyarakat, di mana — mungkin rakyat tak memiliki alternatif pada media-media sekarang ini.

Bravo Radio tampil, menyajikan hal yang benar. “Kami coba ingatkan kepada masyarakat yang sudah ketergantungan pada televisi yang sudah populer, bahwa dia Bravo radio internet ini informasi yang benar dan apa adanya soal pilpres. Kami terus menanyangkannya, lewat TV internet dan medsos,” jelas Sukarna.

Selain itu, menurut Sukarna, penyajiannya untuk masyarakat Indonesia mendapatkan informasi yang akurat, jujur dan adil pada pilpres, juga tidak akan tersentuh dengan aturan penyiaran atau aturan yang melekat pada radio konvensional, yang pada umumnya menggunakan jalur frekuensi.

“Bravo Radio, yang adalah radio internet hanya berpatokan pada UU ITE. Itu pun jika kita menyebarkan berita hoax atau lainnya yang diatur. Tapi Jurdil2019, itu asli dari laporan seluruh masyarakat Indonesia yang ingin pilpres berjalan jujur dan adil. Nah, laporan masyarakat terkait C1 Plano itulah yang kita laporkan dengan bekerjasama Jurdil2019,” kata Sukarna.

Munculnya Bravo Radio bekerjasama dengan Jurdil2019, kata Sukarna, juga sebetulnya ikut berpatisipasi penyebaran hoax, yang selama ini tersebar di medsos. Bravo Radio ini menyebarkan yang benar di medsos.

“Saya berkeyakinan, ini adalah saat awal bagaimana penyiaran konvergensi akan dilirik oleh masyarakat akan dilihat juga oleh pemerintah di bawah penyiaran konvergensi itu akan ada. Apalagi kita sekarang berada di era digital,” katanya. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here