BERITABUANA, ALJIER – Di Aljazair, ratusan ribu demonstran kembali turun ke jalan pada Jumat (19/4). Untuk mengajukan desakan bagi perubahan besar demokratis setelah pengunduran diri presiden Abdelaziz Bouteflika. Mereka meneriakkan “kami melakukan apa yang kami mau”, kata beberapa saksi mata. Pawai tersebut berjalan damai, seperti kebanyakan demonstrasi di negeri itu selama dua bulan belakangan.

Namun, seorang remaja yang berusia 18 tahun dan cedera selama protes, pekan lalu, di Ibu Kota Aljazair, Aljier, saat bentrokan terjadi, meninggal pada Jumat akibat luka-luka di kepalanya.

Parlemen mengangkat seorang presiden sementara dan tanggal pemilihan umum 4 Juli ditetapkan dalam peralihan yang disahkan oleh militer Aljazair, yang tangguh. Namun, mundurnya Bouteflika pada 2 April gagal memuaskan banyak warga Aljazair, yang ingin menggulingkan seluruh elit yang telah mendominasi negeri tersebut sejak kemerdekaan dari Prancis pada 1962.

Pemrotes berkumpul lagi di pusat kota di seluruh Aljazair untuk menuntut pembaruan sampai ke akar-akarnya – termasuk pluralisme politik dan penindasan atas koruptor serta perkoncoan, kata beberapa saksi mata. Jumlah pemrotes belakangan bertambah banyak setelah salat Jumat.

Tak ada keterangan resmi. Namun, Sabtu pagi demonstran berjumlah ratusan ribu – seperti pada hari Jumat sebelumnya – sejak ketidak-puasan massa meledak pada 22 Februari tidak menghentikan aksinya. “Kami takkan menghentikan tuntutan kami,” kata Mourad Hamini, yang berdiri di luar kedai kopitnya, tempat ribuan pemrotes mengibarkan bendera Aljazair.

Massa yang berkerumun belakangan berteriak, “Ini negara kami dan kami melakukan apa yang kami mau!”  Pemrotes juga menyeru Abdelkader Bensalah, Kepala Majelis Tinggi Parlemen, agar mundur sebagai presiden sementara dan Nouraddine Bedoui agar mundur dari jabatan perdana menteri. “Mereka harus pergi. Semua B harus pergi,” demikian tulisan di satu spanduk, yang merujuk kepada Bensalah, Bedoui dan Mouad Bouchareb, Ketua Partai Front Pembebasan Nasional (FLN). (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here