SMPN 4 Kota Ternate, Raih Kategori Sekolah Ramah Anak

BERITABUANA.CO, TERNATE – Berada di lingkungan SMP Negeri (SMPN) 4 Kota Ternate, Maluku Utara, terasa sejuk dan penuh keramahan,  memberikan kesan tersendiri disaat awak media beritabuana.co menyambangi sekolah tersebut.

Hal ini terlihat disaat para guru SMPN 4 dan peserta didik memulai aktivitas di pagi hari dengan ragam aktivitas seperti para guru menyambut para siswa dengan mengucapkan salam begitupun sebaliknya para siswa melakukan hal yang sama, aktivitas bersih-bersih kelas, motivasi dari guru ke siswa dan aktivitas positif lainnya menjadikan SMPN 4 layak sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kepala Sekolah SMPN 4 kota Ternate, Gunawan Abu Umar, S.Pd kepada beritabuana.co mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate yang menetapkan 61 sekolah sebagai Sekolah Ramah Anak sesuai Surat Keputusan (SK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate No: 421/199/2019 yang salah satunya adalah SMPN 4 Kota Ternate, belum lama ini.

“Alhamdulillah, sekolah kami mendapat predikat SRA di tahun ini, patut di syukuri karena ini adalah usaha seluruh civitas akademika SMPN4 Kota ternate yakni para guru, siswa dan orang tua siswa yang saling bersinergi membangun budaya positif di sekolah ini,” ujar Gunawan. 

Gunawan menghimbau kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate agar program pendampingan bagi Sekolah yang sudah mendapatkan SK SRA. Hal ini sangat penting agar penerbitan SK tidak hanya seremonial sehingga sebuah pengakuan dalam bentuk SK ini harus berjalan sistemik, terncana, terukur dan berkelanjutan. Terlebih, dirinya sebagai Kepala Sekolah  bersama Guru sudah menjalankan amanah Konstitusi yakni menjalankan 8 standar Nasional Pendidikan.

Menurut Gunawan, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sudah jelas menjelaskan fungsi dan tujuan utama dari Standar Nasional Pendidikan sudah jelas termaktub di ini adalah sebagai dasar pelaksanaan pendidikan di Indonesia, diantaranya adalah Standar Nasional Pendidikan memiliki fungsi sebagai acuan atau dasar dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan demi untuk mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas, emberikan jaminan pendidikan nasional yang bermutu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter, serta peradaban bangsa yang bermartabat dan Standar Nasional Pendidikan diselenggarakan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan dan perubahan kehidupan nasional dan global.

Gunawan juga menuturkan bahwa SMPN 4 Kota ternate telah berhasil merai sejumlah prestasi tingkat Regional dan Nasional. Salah satunya meraih juara 1 Puisi beraintai yang belum lama ini diraih oleh SMPN 4 Kota Ternate se-Provinsi Maluku Utara, didapuknya SMPN 4 sebagai Sekolah Siaga Bencana dan masih banyak lagi. Kepsek SMPN 4 juga kembali mempertegas bahwa Pendidikan Karakter menjadi fokus utama di sekolahnya.

Dia mejelaskan bahwa Kurikulum 2013 menempatkan pendidikan karakter sebagai unsur pendidikan yang utama. Hal tersebut dapat dilihat dalam kompetensi inti yang memuat sikap religius dan sikap sosial pada semua mata pelajaran.

Lebih dari itu, ia melanjutkan, terjadi transformasi nilai-nilai religius dan sosial yang  dikembangkan di sekolah. Sikap religius dan Berbagai pengamalan anak yang dijadikan sebagai habituasi akan terbentuk menjadi karakter.

Gunawan menegaskan kembali bahwa peran guru-guru di sekolah memiliki pengaruh yang besar terhdap keberhasilan pendidikan karakter bangsa di sekolah. Selain mengajarkan materi pokok sesuai dengan bidang studinya, para guru juga harus mengisinya dengan karakter apa yang sesuai dengan tema atau topik pembelajaran di kelas atau terintegrasi dalam pembelajaran.

Pendidikan karakter bangsa telah menjadi kepedulian pemerintah dan menjadi salah satu program strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) periode 2015-2019. Sambil mempersilahkan awak media menikmati kue yang telah disediakan di meja kantornya, Gunawan dengan ramah mengajak awak media berpikir bahwa sebagus apapun predikat baik dan buruknya sebuah sekolah jika pendidikan karakternya kurang maka percuma saja atribut SRA diberikan. Namun, SMPN 4 yang dipimpinnya layak menjadi SRA karena dirinya serta semua guru dan orang tua selalu bekerjasama dan  ikhlas membangun sekolah ini. (Natsir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *