BERITABUANA.CO, TERNATE – Lebih bijak dan cerdas berkirim informasi melalaui media sosial karena menyebarkan informsi yang belum jelas kebenarannya adalah fitnah yang sangat merugikan.

Begitu dikemukakan Kapolsek Kota Ternate, AKP Catur Erwin Setiawan SH. S.ik saat memberikan sambutan sekaligus meresmikan Rumah Belajar Pena Institute di Kelurahan Kalumata, Ternate, Sabtu (13/4/2019) kemarin.

MERIAH: Peresmian Rumah Belajar Pena Institute di Ternate. (Dok. Natsir)

“Para pengguna media sosial harus berhati-hati agar jangan sampai berurusan dengan pihak kepolisian. Jangan sembarangan menyebarkan kabar, foto, dan video yang belum jelas kebenarannya. Juga jangan sembarangan menyebarkan konten-konton berunsur SARA dan ujaran kebencian,” kata Catur.

Menurut Catur, dari Rumah belajar inilah, segala kegiatan positif terbangun terutama kegiatan literasi yang di awaki anak-anak muda. Saling berbagi informasi pendidikan seperti kegaiatan Bahasa Inggris, matematika dan pengajian pelayanan publik dari Pena Institute, menghasilkan sumbangsi untuk kemajuan Bangsa Indonesia khususnuya di Maluku Utara. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Prov Malut, Drs Sofyan Ali mengungkapkan bahwa penggunaan dan pemanfaatan media sosial (medsos) merupakan salah satu cara dalam mempromosikan serta menyebarluaskan program dan kebijakan pemerintah.

Tak hanya itu, medsos juga sarana berinteraksi dan menyerap aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Oleh karena itu, Sofyan sangat mengapresiasi lengkah Rumah Belajar, bersinergi dengan berbagai pihak menyoroti kebijakan-kebijakan pelayanan publik. 

“Kegiatan Literasi Rumah Belajar Pena Institute ini adalah salah satu bentuk pelayanan publik yang baik,” ungkap Sofyan. 

Hadir juga Kepala LP3M Unkhair, Dr Ridha Adjam sebagai serta Penasehat Rumah belajar menjelaskan bahwa Media Sosial (Medsos), seperti facebook, twitter, line, whatsap, blog, web dan lain-lain adalah media yang sangat membantu mempermudah akses manusia untuk berhubungan dengan manusia lainnya.

Segala urusan dan komunikasi mulai dari pertemanan, pendidikan, perdagangan dan lain-lain menjadi lebih mudah dan lebih cepat dengan adanya medsos. Namun demikian penggunaan medsos yang tidak benar justru akan memunculkan permasalahan baru. 

Untuk itu perlu adanya etika dalam bermedsos, mulai dari segala ucapan atau komentar, postingan gambar, maupun sharing informasi. Sebab dampak yang ditimbulkan oleh medsos sangatlah besar, apalagi jika menyentuh ranah privacy orang lain, bahkan mungkin juga fitnah yang tidak tersadari.

Medsos sangatlah berpotensi mempersatukan ummat atau memperpecah ummat. Ridha mengaku bersyukur dengan hadirnya Rumah Belajar Pena Institute membantu anak-anak muda agar lebih memanfaatkan waktu mereka untuk ragam kegiatan yang positif seperti kegiatan literasi yang ada di Rumah Belajar. 

“AKBP Ajhari Juanda sebagai Pembina Utama Rumah Belajar sudah berinvestasi secara real dan akan dikenang selamanya karena telah bersama-sama Rumah Belajar menggagas sebuah langkah strategis untuk kemajuan anak-anak muda,” tegas Ridha. 

Sementara itu, Kabid P2M BNNP Malut, Drs Hairuddin Umaternate, M.Si menyoroti lebih detail lagi bahwa kehadiran media sosial dari perpective berbeda bahwa perang yang dilancarkan Asing saat ini bukanlah dengan senjata namun dengan Narkoba.

Pihak asing tahu bahwa TNI/POLRI dibantu oleh rakyat dan mustahil bisa melawan Rakyat Indonesia. Namun, menghancurkan sebuah Negara harus secara psikis dan mental. Narkoba adalah salah satu cara paling efektif merusak mental dan psikis  generasi muda. 

Dikatakan Hairuddin bahwa saat ini, sudah ada aplikasi di android yang membuat anak-anak muda mabuk seperti mengonsumsi napza. Dirinya  berharap rumah belajar ini bisa mewadahi berbagai unsur dalam menjaga generasi harapan Bangsa.

Pak haji sapaan akrab Hairuddin mengapresiasi langkah Rumah Belajar Pena Institute bangga dan berysukur ditengah deras era digital, masih ada anak-anak muda yang mau memikirkan masa depan bangsa. Bahkan, tidak hanya berpikir tapi sudah praktis melahirkan sebuah langkah cerdas dengan Rumah Belajar Pena Institute. 

“Insha Allah, inilah cara-cara kongkit untuk mengoptimalkan segala potensi untuk mempersiapkan masa akan datang yang jauh lebih sulit,” ujar Kabid P2M BNNP Malut.

Pantauan beritabuana.co kegiatan peresmian Rumah Belajar berjalan dengan penuh keakaraban. Kegiatan diawali dengan Puisi tentang “Pemuda dan Pemimpin Masa Depan Bangsa” oleh Lalopi, mahasiswa Prodi Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maljku Utara, diikuti orasi ilmiah terkait “Pemuda dan Rumah Belajar” dalam Bahasa Inggris oleh Ketua PII Kota Ternate, Rara yang masih duduk dibangku kelas 2, SMA Negeri Kota Ternate kemudian Masjid Hubbudin Kelurahan Kalumata membacakan doa untuk kelancaran kegiatan peresmian Rumah Belajar.

Selain itu, Hadir dikegiatan peresmian Rumah Belajar diantaranya  Lurah Kalumata, Bhabinkamtibmas, Mahasiswa dan warga sekitar Kelurahan Kalumata. (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here