BERITABUANA.CO, JAKARTA–Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK), E Ilyas Lubis mengapresiasi 150 perusahaan penyedia jasa alih daya anggota Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi) yang berdedikasi kuat memberikan perlindungan jaminan sosial (Jamsos) ketenagakerjaan kepada para pekerjanya.

Keberadaan pekerja alih daya ini merupakan solusi bagi banyak perusahaan dan jumlahnya tercatat sebanyak 7.021 perusahaan. “Namun, dari jumlah itu baru 4.934 perusahaan yang telah mengimplementasikan perlindungan jaminan sosial secara menyeluruh kepada pekerjanya, baik dalam hal program perlindungan maupun pekerjanya,” kata Ilyas dalam kegiatan CEO Coffee Morning di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Ia mengungkapkan dalam acara itu, salah satu yang menyatakan komitmennya untuk menyertakan pekerja alih daya dalam program BPJS TK adalah Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi). Dalam CEO Coffee Morning ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Abadi untuk mewujudkan implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih baik, tertib administrasi dan pendaftaran, serta sosialisasi kepada para perusahaan anggota.

Momen ini merupakan wujud dari cita-cita luhur para anggota Abadi dalam memberikan dan mewujudkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja alih daya di Indonesia. “Kami berharap dengan kerja sama yang dilakukan ini dapat meningkatkan kepatuhan dan juga kesadaran dari masyarakat pekerja atas manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ilyas.

Ketua Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi) Mira Sonia menyatakan komitmennya untuk melindungi pekerja alih daya (out sourcing) terlindung dari risiko kerja, seperti kecelakaan dan kematian dengan menyertakan mereka dalam BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, mendapatkan perlindungan jaminan sosial merupakan hak normatif pekerja.

“Hal ini apa pun statusnya karena risiko kerja, seperti kecelakaan, kematian, menjadi tua dan pensiun adalah keniscayaan dan membayangi setiap waktu,” tutur Mira. Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan Inda D Hasman menambahkan, pihaknya mengharapkan perusahaan alih daya juga bisa mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Bagaimana perasaan kita jika hanya mengucapkan terima kasih atau memberi satu kali gaji ketika harus memutuskan hubungan kerja atau saat pekerja alih daya pensiun tanpa JHT dan JP,” Inda. Untuk itu, perusahaan alih daya harus meyakinkan mitra (perusahaan pemberi kerja) agar menyisihkan dana untuk kesejahteraan pekerja alih daya. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here