BERITABUANA.CO, JAKARTA–Program Zakat Community Development (ZCD) di  Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan dikembangian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Menurut Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru, program ZCD ini sudah berjalan sejak Januari 2018.

“Tujuan program ZCD ini, untuk meningkatkan pendapatan, kemandirian, ketangguhan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Randi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (14/4/2019). Pemberdayaan ini dilakukan dengan memperhatikan aspek ekonomi, dakwah, pendidikan, kesehatan dan kemanusiaan.

Randi menjelaskan, program ZCD BAZNAS di kawasan ini diwujudkan dalam Program Pemberdayaan Kelapa Terpadu melalui pengembangan produk olahan kelapa, yaitu Minyak Kelapa, Virgin Coconut Oil, Nata De Coco, dan Arang Tempurung Batok Kelapa. Pada kesempatan ini Randi memaparankan kepada tim BAZNAS yang dipimpin Manajer Ekonomi BAZNAS, Eka Budhi Sulistyo di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kedatangan tim menempuh perjalanan udara, darat dan laut. Dari Jakarta naik pesawat, dilanjutkan via darat dari Kota Makassar ke Pelabuhan Bulukumba. Tim memerlukan waktu dua jam dari Pelabuhan Bulukumba, dan 50 kilometer dari Pelabuhan Pamatata untuk menuju Benteng, ibu kota Kabupaten Selayar atau 45 menit dari Bandara  H. Aroeppala Selayar menuju Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.

Randi mengungkapkan, ZCD di Dusun Tana Doang, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, memberdayakan 30 penerima manfaat Program ZCD BAZNAS. Dari 30 orang, rinciannya 8 orang dari kelompok minyak kelapa dan virgin coconut oil (VCO) serta 6 orang untuk nata de coco, 8 orang untuk batok kelapa, dan 8 orang untuk daging kelapa.

“Ditambah support dari tujuh orang pengepul,” kata Randi dengan menyebutkan, sudah ada beberapa produk yang dihasilkan, yaitu minyak kelapa, virgin covonuts oil, dan nata de coco yang masuk dalam program pengolahan kelapa terpadu. Kini mereka bisa memperoleh pendapatan Rp 18.200.200 dari VCO, Rp 289.500 dari minyak kelapa untuk 8 orang penerima manfaat, nata de coco baru diberhasil diproduksi pada pekan kedua Maret 2019 setelah belasan kali percobaan pembuatan. (Ful).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here