BERITABUANA.CO, SURABAYA – Calon Presiden Prabowo Subianto  dalam pidato kebangsaannya di Surabaya Jawa Timur, Jumat, (12/4), mengenalkan sejumlah tokoh yang akan membantunya di pemerintahan jika dia memenangi pemilihan presiden (Pilpres) 2019. 

Di antara nama-nama orang terbaik itu disebutkan, seperti ekonom senior  Rizal Ramli, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, hingga filsuf Rocky Gerung, ada satu nama dari kalangan wartawan yaitu Teguh Santosa.

Teguh Santosa bukanlah nama yang asing di dunia kewartawanan. Saat ini Teguh menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat. Sebelumnya ia adalah Ketua Bidang Luar Negeri PWI yang membawa panji PWI ke berbagai forum internasional, seperti World Journalists Conference di Seoul, Korea Selatan, Confederation of ASEAN Journalists (CAJ), Belt and Road Journalist Forum dan lain sebagainya. Di awal tahun 2018 Teguh dipilih menjadi Wakil Presiden CAJ. 

Di dalam negeri, Teguh juga kerap diminta memberikan pandangan mengenai berbagai isu nasional dan internasional.

Intelektualitasnya juga mendapat pengakuan di level internasional. Pada tahun 2011 dan 2012 Komisi IV Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York mengundang Teguh untuk ikut berbicara mengenai penyelesaian konflik Sahara Barat, Maroko. Komisi IV PBB adalah sebuah badan kelengkapan PBB yang menangani persoalan politik khusus dan dekolonisasi.

Selain isu di kawasan Afrika Utara itu, Teguh juga aktif dalam pembicaraan damai konflik di Semenanjung Korea. Dia kerap melakukan perjalanan ke Korea Utara dan Korea Selatan, dan kini menjadi Sekretaris Komite Reunifikasi Damai Korea untuk Asia Pasifik.

Teguh menempuh pendidikan S2 di University of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat. Di kampus itu ia memperdalam ketertarikan pada sejumlah subjek, seperti studi hubungan internasional, studi konflik dan perdamaian, juga studi politik pribumi, dan studi politik Asia Timur.

Kini Teguh tengah mengikuti pendidikan doktoral di jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran.

Selain sebagai wartawan, Teguh juga tenaga pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Hingga kini Teguh juga tercatat sebagai Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK).

Mengenai kedua aktivitasnya ini, Teguh kerap mengatakan dunia kewartawanan dan dunia pendidikan memiliki karakter yang sama, yakni sama-sama setia pada fakta dan memiliki disiplin riset. 

Kemampuan manajerialnya juga dibuktikan dengan mengembangkan jaringan media massa berbasis internet RMOL Network yang merupakan salah satu jaringan media berpengaruh yang memiliki cabang di 17 provinsi. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here