BERITABUANA.CO, JAKARTA – “Bahwa disparitas, konektivitas, serta luas wilayah Indonesia menjadi alasan pentingnya memadukan fungsi tol darat dan laut,” jelas Ansel Alaman, penulis buku dalam pengantarnya pada bedah buku “Memadu Tol Darat dan Laut  Menggugah Keadilan Distributif dan Komutatif”, Jumat (12/4).

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi dasar, dan telah diupayakan solusinya oleh pemerintah dan legislatif (DPR). Karenanya buku ini berfokus pada upaya pemerintah mewujudkan kerjasama swasta memadukan keduanya, tol darat dan laut.

Ansel menjelaskan, buku ini mengupas kebijakan yang berjalan di sektor maritim dalam empat tahun terakhir, termasuk sektor anggaran serta posisi bargaining pemerintah dengan legislatif. “Karya tulis ini mengalir dari ‘hulu’ yakni menyoti infrastruktur dasar dan transportasi sebagai  public goods  untuk public service,” tuturnya.

Dikatakan, salah satu perwujudan tol laut telah diimplementasikan melalui Program Kontainer Masuk Desa. Program ini ditandai dengan pengiriman perdana tiga ton beras yang diangkut kapal Tol Laut KM. Logistik Nusantara II dengan tujuan desa-desa di kecamatan Essang Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara dari Surabaya, Jawa Timur.

“Selain diharapkan mampu menurunkan disparitas harga, program kontainer masuk desa diharapkan juga dapat memastikan ketersediaan berbagai bahan pokok dan penting di wilayah desa yang selama ini belum maksimal,” ungkap Ansel dalam bukunya.(Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here